Lombok Post
Metropolis

Rapat Maraton Enam Jam, Janjikan Kenaikan Tunjangan

Rapat
RAKOR : Penjabat Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani memimpin rapat koordinasi dengan SKPD di ruang Kenari, kemarin.

Putu Selly Andayani seperti tidak ingin membuang waktu. Penjabat yang ditunjuk Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi ini langsung mengajak para satuan kerja perangkat daerah (SKPD) rapat maraton. Beberapa kebijakan strategis diambil dalam rapat ini.

***

KETEGANGANA�masih terasa di ruang Kenari, Kantor Wali Kota Mataram, pagi itu. Ruang yang biasa digunakan untuk berbagai pertemuan ini dipenuhi pejabat berpakaian dinas. Di meja depan sudah ada Penjabat Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani didampingi Sekda Kota Mataram HL Makmur Said.

Tidak seperti biasanya, rapat kali ini cukup lama. Dari pukul 08.00-13.30 Wita. Satu per satu kepala dinas memaparkan program kerjanya di hadapan wali kota baru. Meski masih terlihat ada komunikasi yang kaku, namun sesekali rapat diwarnai canda tawa, dan suara tegas sang penjabat.

Tepuk tangan terdengar riuh saat Putu Selly mengungkapkan akan menaikkan tunjangan kinerja daerah (TKD). Rapat pun kembali bergairah.

Dalam kesempatan itu, Selly menegaskan, penambahan tunjangan kinerja dibutuhkan sebab saat ini ia ingin menggenjot kinerja birokrasi di Kota Mataram. Ketika pemerintah menuntut peningkatan kinerja, maka penambahan honor menjadi keniscayaan.

Jumlah TKD akan disesuaikan dengan kinerja mereka. Semakin baik maka semakin banyak pula uang TKD yang didapatkan. a�?Besarannya nanti akan disesuaikan oleh Pak Sekda selaku TAPD,a�? jelasnya.

Sebagai ibu kota Provinsi NTB, menurutnya tunjangan kinerja pegawai di Kota Mataram harus lebih besar dari daerah lain, atau minimal sama dengan TKD Provinisi. Dengan kenaikan tunjangan kinerja, diharapkan semua pegawai dan honorer bekerja lebih keras. a�?Masak kota kalah sama KLU,a�? sidirnya.

Salah satu cara mengukur kinerja birokrasi adalah dengan menerapkan sistem absensi sidik jari. Dimana pegawai harus absesn tiga kali sehari untuk menghindari pegawai yang malas. Dari sana akan terlihat mana saja pegawai yang rajin dan tidak. a�?Kita akan atur supaya tidak ada yang sekadar absen,a�? jelasnya.

Rencana Putu Selly yang akan menaikkan TKD mendapat respon positif para pegawai. Mereka nampak senang dengan rencana itu. Sebab selama ini honor pekerja tidak tetap di semua instansi saat ini hanya Rp 700 ribu per bulan. Ia berharap, minimal A�honor A�petugas A�bisa A�setara A�UMK A�yakni A�Rp 1,2 juta per bulan.

(Sirtupillaili/Mataram/r8)

Berita Lainnya

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost

SPSI Usul UMK Rp 2,13 Juta

Redaksi LombokPost

Rumah Belum Jadi, Tenda Kemasukan Air

Redaksi LombokPost

Pasca Gempa, BPS Belum Keluarkan Data Kemiskinan

Redaksi LombokPost

Kalau Lagi Mood, Lima Jam Bisa Selesai

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost