Lombok Post
Headline Praya

Desa Minta Kasek Dimutasi

LENGANG
LENGANG: Suasana di SDN Torok Aik Beleq, Desa Montong Ajan, Praya Barat Daya, masih lengang karena siswa melakukan aksi mogok belajar.

PRAYA – Pemerintah Desa Montong Ajan, Praya Barat Daya, Lombok Tengah (Loteng) merekomendasikan pemindahan (mutasi) Kepala Sekolah (Kasek) SDN Torok Aik Beleq.

Rekomendasi itu dilayangkan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menyusul aksi mogok belajar yang dilakukan 116 siswa di sekolah tersebut.Mereka khawatir, aksi itu berkepanjangan, sehingga merugikan siswa bersangkutan.

a�?Kami berharap, rekomendasi itu ditindaklanjuti pemkab,a�? kata Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Montong Ajan, Sulaiman pada Lombok Post, kemarin (13/8).

Sulaiman menambahkan pihaknya telah bertemu kepala desa, Kepala Dusun Torok Aik Beleq, tokoh masyarakat, komite sekolah dan para guru. Keputusannya agar mengedepankan keberlangsungan pendidikan. Mereka tidak ingin, program pendidikan menjadi kacau lantaran perbuatan satu atau dua orang.

a�?Virus ini yang ingin kami keluarkan, jangan sampai merugikan orang banyak. Khususnya, anak-anak kami,a�? sindir Sulaiman.

Tujuan rekomendasi tersebut yaitu Bupati HM Suhaili FT, Wakil Bupati HL Normal Suzana, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dikpora.

a�?Jika rekomendasi yang dimaksud tidak ditindaklanjuti, maka aksi bisa berlanjut ke yang lebih besar lagi. Tidak saja mogok belajar, tapi penyegelan atau kontak fisik,a�? ancamnya.

Dia mengingatkan, aksi kontak fisik antar warga dengan kasek sempat terjadi dua kali. Untungnya, dapat dicegah Babinsa dan Babinkamtibmas. Sejak itu, ungkap Sulaiman kasek bersangkutan tidak pernah masuk sekolah. Puncaknya dengan tidak ditandatanganinya surat hasil ujian (SHU) siswa.

a�?Terakhir, penah ketiga kalinya mau bentrok fisik di bulan puasa. Tapi, dilerai para tokoh. Tolong, pemkab menyikapi permasalahan di Torok Aik Belek,a�? serunya.

Dia tidak ingin, persoalan itu melebar kemana-mana, sehingga jawabannya hanya satu yaitu kasek di pindah. a�?Itu saja yang diinginkan wali murid, para guru, komite sekolah dan warga pada umumnya. Tidak ada yang lain lagi,a�? katanya.

Hal senada dikatakan tim investigasi LI Tipikor NTB Ahmad Halim yang mengadvokasi wali murid, guru dan komite sekolah. Dikatakannya, sudah tiga hari dengan sekarang (Jumat, hari ini) siswa dilarang masuk sekolah para wali murid. Disatu sisi, para siswa ingin melaksanakan proses belajar mengajar.

Disisi lain, kata Halim perseteruan antar wali murid, guru, komite sekolah dengan kasek belum ada titik temu. a�?Mohon permasalahan ini, jangan dibiarkan berkepanjangan. Saya minta Dikpora atau BKD secepatnya bersikap,a�? kata Halim.

Menanggapi persoalan itu, Kabid Dikdas Dikpora Loteng H Sumum mengatakan, telah memerintahkan Kasi Bina SD dan Kurikulum, pengawas serta Unit Pelaksana Teknis setempat, turun langsung mengecek kondisi di SDN Torok Aik Beleq.

a�?Kebetulan saat ini, saya mengurusi kegiatan Pramuka. Insya Allah, setelah kegiatan ini selesai, saya yang turun langsung,a�? katanya, singkat melalui saluran telepon.(dss/r14)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost