Lombok Post
Headline Metropolis

Gubernur : Bu Selly Bukan Boneka

GUBERNUR
TGB HM Zainul Majdi

MATARAM – Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi angkat bicara, menyikapi pro kontra penunjukkan penjabat Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani. Ia tak menutup telinga jika ada segelintir pihak yang menyangsikan keputusannya menunjuk Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) tersebut untuk memimpin Mataram selama masa transisi.

a�?Nanti waktu yang akan buktikan. Bu Selly bukan penjabat boneka,a�? tegas gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) tersebut.

Penunjukkan Sely sebagai penjabat Wali Kota Mataram memang disambut riuh negatif. Ada yang menilai, penunjukkan istri politisi PDIP Rachmat Hidayat itu sarat akan kepentingan politik. Namun sentimen ini buru-buru dibantah gubernur.

a�?Tidak ada itu penjabat boneka,a�? kata TGB lagi seakan menegaskan.

Ia mengimbau seluruh masyarakat Kota Mataram tidak meremehkan kapasitas penjabat yang ditunjuk. Ia meyakinkan bahwa pengusulan Selly sebagai penjabat karena pertimbangan kemampuan yang bersangkutan.

a�?Saya yakin dengan pengalaman saya selama beliau menjadi Kadis (Kepala Dinas, Red) saya,a�? imbuh gubernur.

Ia menilai, Selly sebagai sosok yang penuh kehati-hatian khususnya dalam pengelolaan keuangan. Perempuan pertama yang menjabat Wali Kota Mataram itu pun dipandang punya determinasi dalam menjalankan keputusan.

a�?Itu semua memang diperlukan untuk menjadi seorang wali kota. Jangan diremehkan, kita lihat saja nanti,a�? kata gubernur.

Gubernur juga angkat suara, menjawab kekecewaan beberapa pihak atas penundaan Pilkada Mataram hingga 2017. Apalagi, ia disebut-sebut sebagai tokoh politik dibalik penundaan tersebut.

a�?Pasangan Rido itu urung mendaftar tentu karena melihat situasi dan kondisi,a�? kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Demokrat NTB tersebut.

Menurutnya, batalnya pencalonan diri pasangan Rido justru bagian dari upaya mewujudkan kondusifitas di daerah. Terlebih, Mataram merupakan ibu kota provinsi.

a�?Kalau ada yang bilang daerah tidak kondusif karena Pilkada Mataram ditunda, itu tidak benar,a�? pungkas TGB.

Komentar gubernur ini seakan menjadi klarifikasi atas tuduhan yang selama ini mengarah kepadanya. Sebab, sehari sebelumnya, ratusan warga Mataram beramai-ramai melakukan aksi demonstrasi di kantor gubernur.
Sementara beberapa Kepala Lingkungan mengungkapkan kekecewaannya setelah mengetahui informasi diundurnya Pilkada Kota Mataram ke tahun 2017.

“Sangat kecewa mas. Kami kecewa berat setelah tau kalau Kota Mataram ternyata Pilkada diundur hingga 2017,” terang Kepala Lingkungan Karang Kelok, H Mursyid kepada Lombok Post.

Ia mengatakan, ini sebagai sebuah pembelajaran politik yang tidak baik bagi masyarakat. Alasannya, telah dilakukan pembohongan publik oleh partai politik.

“Kami tidak tahu politik, kami hanya ingin Pilkada berjalan sebagai mana mestinya sesuai aturan,a�? lanjutnya.

Ia juga menuturkan akibat permainan politik para petinggi partai ini, dampaknya sudah mulai terlihat di Masyarakat. Ia menerangkan kalau kepercayaan masyarakat kepada para petinggi partai maupun pimpinan daerah kini sudah mulai pudar.

Bukan hanya itu, dari segi program, beberapa program masyarakat juga menurutnya mulai terganggu akibat situasi seperti ini.

“Program lingkungan kami hingga saat ini masih belum bisa terealisasi. Ini tentu membuat masyarakat semakin kecewa karena program yang semestinya berjalan malah terganggu akibat kepentingan politik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Jempong Kolo, Khairul juga mengaku kekecewa. Menurutnya, hal seperti ini akan menanamkan pola pikir kepada masyarakat bahwa dalam politik itu berbohong adalah hal yang biasa dan diperbolehkan. (uki/ton/r8)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost