Lombok Post
Metropolis

Parkir dan Pasar Dikelola BUMD

Hj Putu Selly Andayani
Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda)

MATARAM – Pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Mataram dari sektor parkir dan pasar akan dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Gagasan ini dicetuskan Penjabat Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani.

a�?Kita ingin ada yang spesifik mengendalikan PAD dari parkir dan pasar. Kalau sekarang ini kurang gereget ke sana,a�? ujar Selly, kemarin (13/8).

Menurutnya, sektor parkir dan retribusi pasar merupakan potensi PAD yang sangat luar biasa di Kota Mataram. Kalau mengandalkan sharing dengan Provinsi NTB tentu tidak akan terlalu besar. Khusus untuk kabupaten kota, andalannya adalah air bawah tanah, pajak hotel, parkir sama retribusi pasar dan sebagainya.

a�?Konsepnya masih akan dikaji sama Sekda dan tim, sama bagian Ortal, kita cari yang terbaiklah,a�? harapnya.

Ia menjelaskan, kalau potensi PAD dari sektor parkir dikelola oleh UPTD, menurutnya kurang maksimal, sebab mereka hanya pelaksana teknis. Akan lebih bagus bentuknya perusahaan daerah, bekerjasama bank daerah dan pihak lainnya.

a�?Kalau UPT cuma unit pelayananan teknis saja. Kalau misalnya badan usaha daeah itu pastikan ada profit motif, jadi kan efektif penarikannya,a�? tegas Kepala Dispenda NTB ini.

Ia menilai, penanganan parkir belum efektif, misalnya setiap pembayaran tukang parkir tidak dikasi karcis, sehingga bisa saja uang itu masuk ke kantong pribadi. Kalau menggunakan konsep perusahaan daerah, pasti ada deviden di sana. Dan itu pasti menarik tenaga kerja.

Rencana tersebut harus segera dilaksanakan, jangan terganggu adanya isu penguasaan lahan oleh oknum preman.

a�?Jangan berpikiran negatif, kita berpikiran positif saja dulu,a�? ungkapnya.

Pembentukan BUMD akan jadi satu, kemudian dibagi lagi menjadi perusahaan daerah yang khusus mengelelola retribusi pasar dan parkir. Bersama DPRD Kota Mataram, maka dibentukalah peraturan daeah. (ili/r8)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost