Lombok Post
Metropolis

Pemprov Minta a�?Fatwaa�? Mendagri

pemprov
Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi

MATARAM – Meski tak kunjung mendapat persetujuan dari pansus DPRD NTB, eksekutif masih dengan rencananya untuk menjual aset Bandara Internasional Lombok (BIL) kepada PT Angkasa Pura I (AP). Rencana ini pun akan segera dikonsultasikan dengan Kementerian Dalam Negari.

a�?Kita ingin apapun nanti keputusannya (penjualan aset), semua harus sesuai prosedur. Kita akan minta opini dulu dari Kemendagri,a�? kata Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi, kemarin (13/8).

Konsultasi dengan Mendagri ini untuk memperoleh legal opinion. Sehingga, mengantisipasi terjadinya persepsi atau kekeliruan mekanisme terkait rencana penjualan asset. Termasuk di antaranya yang menyangkut kewenangan dewan dalam memberikan persetujuan dalam pemindahtanganan tersebut.

Selain konsultasi dengan Mendagri, pemprov juga rencananya meminta second opinion dari BPK RI atau bahkan kejaksaan. Ini untuk memastikan tak ada implikasi hukum di kemudian hari atas rencana pemindahtanganan aset pemprov di BIL.

Diberitakan sebelumnya, dewan masih menggantung rencana penjualan aset pemprov di BIL. Dari sejumlah butir rekomendasi yang ditelurkan, pansus tak menunjukkan isyarat bakal menyetujui rencana pelepasan aset tersebut.

Sebaliknya, pansus menilai pemprov harus bersikap tegas dan menunjukan wibawa, mendorong PT AP I agar menunaikan kewajibannya untuk membayar kontribusi tetap kepada pemprov NTB atas penyertaan aset di BIL.

Menjawab pandangan pansus ini, gubernur kembali mengingatkan bahwa pemprov dan PT AP I itu sama-sama bagian dari negara. a�?Harus diingat bahwa PT AP itu BUMN bukan swasta,a�? kata gubernur.

Dia juga menampik anggapan dewan yang menyebut pemprov tak berwibawa di hadapan PT AP I. Menurutnya, wibawa itu tak lantas berarti harus adu ngotot. Yang terpenting, lanjut gubernur,bagaimana memastikan BIL tetap kondusif karena merupakan pintu masuk dan mencerminkan wajah NTB.

a�?Kewibawaan itu bukan berarti keras-kerasan. Kalau daerah lain segel-segel kita tidak mau ke sana,a�? tegas gubernur. (uki/r12)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost