Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Asataga, Ada Anak SD Korban Mucikari

Pelecehan, pemerkosaan
Ilustrasi : paduanberita.com

BIMA – Kasus kekerasan seksual dan perdagangan anak dibawah umur makin mengkhawatirkan. Kali ini menimpa Nr 12 tahun warga Desa Tolowata, Kecamatan Ambalawi. Siswi yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini diduga menjadi korban perdagangan anak oleh seorang mucikari. Korban diperdagangkan kepada lelaki hidung belang di wilayah Kota Bima.

Kasus inipun dilaporkan ke Polsek Ambalawi, Kamis (13/8) lalu. Hasilnya, oknum Fs sang mucikari yang masih satu kampung dengan korban ditangkap polisi.

Paman korban Ahmad mengaku, terbongkarnya kasus tersebut setelah diadukan oleh dua orang pemuda desa setempat. Pasalnya, oknum Fs sering membawa Nr keluar desa setempat. a�?a��Kami curiga dan berusaha mencari tahu. Kenapa Nr ini selalu dibawa keluar oleh oknum itu,a��a�� ungkapnya pada Radar Tambora saat ditemui di Kantor Sat Reskrim Polres Bima Kota, kemarin (14/8).

Kata dia, berdasarkan penelusuran korban Nr dibawa ke salah satu salon di Kota Bima. Di tempat itu korban dipoles agar lebih cantik dan dengan pakaian seksi. “Nr sendiri mengakui masalah ini.

Karena itu kami melaporkan oknum Fs ke polisi,a��a�� terangnya
Sementara Koordinator Advokasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Bima Al Safrin meminta pihak kepolisian segera mengungkap kasus tersebut. Dia mengaku, kasus perdaganganA� anak di bawah umur baru pertama kali terjadi di Kabupaten Bima. a�?a��Kami sangat khawatir dengan kejadian ini.
Untuk itu, polisi harus bertindak tegas,a��a�� tandasnya.

Jika dibiarkan, dikhawatirkan kasus tersebut akan terus terjadi. Karena itu harus segera ditangani dan diberikan tindakan pada setiap pelaku yang terlibat.

Kaur Sat Reskrim Polres Bima Kota IPDA Masdidin SH mengatakan, sudah mengamankan oknum Fs untuk dimintai keterangan. Dugaan sementara kasus tersebut merupakan perdagangan manusia. a�?a��Oknum Fs sudah kita amankan. Kita masih proses,a��a�� terangnya.

Dia mengaku, kasus tersebut dilaporkan keluarga korban ke Polsek Ambalawi. “Mereka melaporkan oknum Fs yang diduga sebagai mucikari. Kasus ini korbannya anak dibawah umur,a��a�� pungkasnya. (dam/r9)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost