Lombok Post
Bima - Dompu

Banyak Perusahaan Nakal Beroperasi

Perusahaan
Disosnakertrans Kota Bima Drs H Muhidin AS Dahlan

KOTAA�A� BIMA -A� Masih banyak Perusahaan menggaji karyawan di bawah standar Upah Minimum Kota (UMK) Rp 1,5 juta. Dari data Disosnakertrans Kota Bima, hanya sekitar 30 persen perusahaan yang menggaji karyawan sesuai UMK.

a�?Dari ratusan perusahaan di Kota Bima, belum setengah menggaji karyawan sesuai UMK,a�? jelas Kepala Disosnakertrans Kota Bima Drs H Muhidin AS Dahlan, kemarin (14/8).

Banyaknya perusahan memberi upah di bawah standar kata dia, karena perusahan di Kota Bima tergolong menengah ke bawah. Sehingga tidak mampu membayar upah sesuai standar.

Bila merunut pada aturan ujarnya, perusahan yang tidak membayar upah sesuai standar bisa kena sanksi. Seperti pencabutan izin usaha, penutupan usaha dan lain-lain.

Namun, sebelum sanksi dijatuhkan. Perusahaan diberikan masa tenggang untuk memenuhi standar UMK tersebut.A� Bila selamaA� masa tenggang tidak memenuhi, sanksi akan langsung dijatuhkan.

a�?Untuk menerapkan aturan itu, dasarnya harus ada pengaduan dari pekerja terlebih dahulu,a�? kata Muhidin ditemui di ruang kerjanya.

Sejauh ini katanya, belum pernah ada laporan atau keluhan terkait upah di bawah UMK.

Dijelaskan, standar UMK merupakan hasilA� rapat dewan upah kota dengan acuan standar Upah Minimum Regional (UMR) sebesar Rp 1,3 juta.

a�?Dari perhitungan dewan upah, standar kelayakan hidup di Kota Bima Rp 1,5 juta per bulan,a�? pungkasnya. (nk/r9)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara