Lombok Post
Headline Tanjung

Belanja SKPD Rendah, Kata Sekda Hal Normal

Suardi
pak suriadi

MATARAM – Serapan anggaran tampaknya bukanlah hal yang prioritas ditangani di Lombok Utara. Buktinya, kendati diakui serapan hingga Agustus ini masih di bawah 40 persen, Sekretaris Daerah Suardi Lombok Utara menyebut hal itu sebagai hal normal.

a�?Itu masih pada posisi yang biasa. Memang ada target-target yang SKPD belum menjalankan target itu,a�? aku Suardi.

Mungkin karena dinilai masih hal biasa, Suardi tidak menyebut ada upaya luar biasa untuk memastikan belanja pemerintah digenjot, sehingga berujung pada serapan APBD kian tinggi. Upaya saat ini masih sebatas mengingatkan para kepala SKPD.

Suardi juga menyebutkan, perkara belanja pemerintah yang rendah ini, bukan cuma masalah KLU semata. Sebab, hal yang sama juga terjadi di daerah lain.

Karena itu pula, Sekda mengungkapkan bahwa belum ada rencana pihaknya untuk membuat klasifikasi serapan anggaran masing-masing SKPD. a�?Terkait rapor merah, nanti kita akan lihat,a�? katanya.

Kendati pun begitu, upaya mengingatkan SKPD untuk terus menggenjot belanja tetap ada. a�?Upaya kita sekarang ini terus mengingatkan kepada semua SKPD itu sendiri. Selain melalui rapat-rapat intern juga dilakukan secara personal,a�? jelasnya.

Ditambahkannya, tidak hanya SKPD saja melainkan desa juga tetap akan kita genjot. Untuk itu, pemkab sudah rencanakan akan pendampingan bagi pelaksanaan kegiatan di tingkat desa.

Sekda tidak menyebutkan SKPD mana saja yang masih melempem dalam bekerja hingga realisasi anggaran belum mencapai 50 persen. Namun, Sekda menegaskan bahwa untuk SKPD yang lambat itu akan diminta untuk mempercepat target capaian realisasi anggaran itu sendiri.

Kemudian bagaimana mempercepatnya, masing-masing SKPD akan dilihat apa saja persoalan atau kendala-kendalanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikbudpora Lombok Utara, Furqan, kepada wartawan mengatakan capaian realisasi anggaran di instansinya secara kumulatif masih pada kisaran 30 persen.

Namun, di bidang yang dipimpinnya, Furqan menyebutkan sudah mencapai 50 persen lebih. a�?Capaian kami khusus di Dikdas baik itu kegiatan fisik maupun pengadaan sudah mencapai 50 persen lebih. Namun secara kumultaif masih berkisar hanya 32 persen,a�? tandasnya. (puj/r12)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost