Lombok Post
Headline Selong

Penyelundup Mitan Gagal Kelabui Polisi

SELONG – Upaya penyelundupan minyak tanah (mitan) dari Sumbawa ke Lombok kembali terjadi. Kemarin, polisi menyita tiga ton mitan yang dikemas dalam sejumlah jerigen di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur (Lotim). Bahan bakar ini diselundupkan menggunakan bus antar pulau.

a�?a��Kita grebek di area pelabuhan sesaat setelah menyebrang,a�? kata Kasat Reskrim, Polres Lotim AKP Haris Dinzah, kemarin (14/8).

Dijelaskan, para pelaku berupaya mengelabuhi petugas dengan merubah kemasan bahan bakar cair ini. Setiap jerigen kemudian dibungkus dengan kardus dan dilapisi karung. Agar tak mencolok barang-barang selundupan ini ditutupi terpal. Terakhir diangkut menggunakan bus penumpang.

a�?a��Rupanya sengaja tak pakai truk supaya tak dicegat petugas,a�? katanya.

Diduga kuat mitan itu hendak di jual di Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Mataram. Disparitas harga yang tinggi menjadi alasan penyelundup asal Sumbawa membawa barangnya untuk dijual di Lombok. Harapannya dapat meraup keuntungan yang lebih besar.

Hal itu karena Sumbawa masih belum melakukan konversi minyak tanah ke gas elpiji tiga kilogram. Sehingga masih berlaku harga subsidi. Perbandingannya satu liter di mitan Sumbawa setara harga empat liter di Lombok.

a�?a��Ini jelas salah, kalau dibiarkan, bisa-bisa di pulau seberang terjadi kelangkaan,a�? katanya.

Hingga kini Polres Lotim masih terus melakukan pengembangan kasus ini. Sopir bus yang membawa barang itu turut dimintai keterangan. Selain itu, kendaraan berplat nomor EA 7409 DZ yang dipakai juga diinapkan di halaman polres. Mencegah upaya penyelundupan lainnya polisi kini mengetatkan pengawasan di area Pelabuhan Kayangan.

a�?a��Sudah kita pesan anak buah untuk pantau terus di sana,a�? jawabnya.

Hal ini mendapat Dukungan dari Ketua Komisi IV DPRD Lotim, Hubaidillah. Melalui sambungan telpon, ia yang sedang berada di Jakarta mengatakan sudah semestinya semua gerbang pintu masuk ke Lotim dijaga ketat. Selain pelabuhan resmi, ia menyarankan petugas juga mengawasi area penyebrangan non dermaga yang banyak tersebar. Ditambahkan lagi, jalur darat juga harus tetap diawasi dengan saksama.

a�?Setiap titik perbatasan darat dan laut memang harus dijaga ketat,a�? tegasnya. (yuk/r14)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost