Sportivo

Super Dan Tersungkur

Lin Dan

JAKARTA – Kejutan demi kejutan terus terjadi dalam kejuaraan dunia 2015. Salah satu nama besar dalam dunia bulutangkis, Lin Dan harus tersungkur di babak perempat final setelah kandas di tangan Jan O Jorgensen asal Denmark, dua set langsung 21-12, 21-15 di Istora Senayan, kemarin (14/8).

Juara dunia lima kali tersebut pun gagal mewujudkan ambisinya untuk bertemu dengan Lee Chong Wei di partai semifinal. Seusai laga, peraih dua medali emas Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012 tersebut. Kecewa dengan permainan yang ditunjukkannya, kemarin (14/8), Lin Dan mengaku bermain buruk dan gagal menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pemain bulutangkis jempolan.

“Saya memang bermain tidak begitu baik hari ini (kemarin,Red). Tapi itulah pertandingan, ada menang dan kalah. Tentu saya kecewa tidak bisa bertemu dengan Chong Wei tapi saya harus menerima kekalahan ini,” ungkapnya.

Super Dan -julukan Lin Dan- mengaku suara sorak-sorai suporter yang memadati Istora Senayan yang kebetulan mendukung ganda putra Indonesia di lapangan satu yakni Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, benar-benar menggangu fokus dan kosentrasinya.

“Saya jadi kesulitan mendengar instruksi dari pelatih saya serta kesulitan untuk berdiskusi,” imbuh Super Dan.

Di sisi lain, Jan O Jorgensen tak menutupi rasa gembiranya. Mengalahkan seorang Lin Dan bukanlah pemandangan yang sering ditemui. Unggulan kedua itu pun berhasil memangkas rekor pertemuan keduanya. Total dari sepuluh kali pertemuan, Jorgensen berhasil memperkecil rekor head-to-head-nya dengan Lin Dan, menjadi 3-7.

Jorgensen sendiri mengaku bahwa performanya dalam beberapa bulan belakangan ini memang sedang dalam kondisi puncak-puncaknya. Selain itu dirinya juga benar-benar fokus untuk mempersiapkan kejuaraan dunia 2015 kali ini dengan selalu menganalisisa video permainan lawan dan dirinya seusai berlatih.

a�?Chong Wei telah kembali, Lin Dan juga, Chen Long juga menunjukkan permainan yang luar biasa, jadi persaingan memang tidak mudah. Namun saya senang bisa menunjukkan permainan di level yang tinggi dalam dua game terakhir. Ini juga menunjukkan bahwa level saya juga berada diantara mereka,” ungkapnya.

enampilan menawan dengan melaju ke babak semifinal itu seolah mengobati luka hasil buruk kejuaraan dunia 2014 Copenhagen lalu, ketika terhenti di babak ketiga. Namun pemain 27 tahun itu sadar bahwa dirinya tak boleh larut dalam euforia . Chong Wei telah menunggu di partai semifinal. Terlebih dari 14 kali pertemuan, dirinya hanya sanggup mencuri satu laga saja.

a�?Setelah kembali, Chong Wei pasti lapar dari sebelumnya, dia tetaplah pemain yang berbahaya,” ungkapnya. (mid/r10)

Related posts

Ayah Kiper Juventus Soroti Sepakbola NTB

Redaksi Lombok post

Ancaman di Hari Kasih Sayang

Redaksi Lombok post

Targetkan All NTB Final

Redaksi Lombok post

Leave a Comment