Lombok Post
Praya

Tiga Jurus Atasi Kekeringan Loteng

Kekeringan
BICARAKAN KEKERINGAN: Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin, dan Wakil Bupati HL Normal Suzana, saat membicarakan soal kekeringan.

PRAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB akan menyiapkan tiga langkah, dalam mengatasi kekeringan yang melanda sejumlah kabupaten/kota di NTB. Khususnya Lombok Tengah, dimulai dari solusi jangka pendek, menegah dan jangka panjang.

a�?Untuk jangka pendeknya, kita menyiapkan droping bantuan air bersih kepada beberapa wilayah yang dilanda kekeringan,a�? kata Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin, Kamis (13/8) kemarin dalam lawatannya di kantor bupati.

Dikatakannya, solusi jangka pendek itu berlaku di beberapa desa di delapan kecamatan di Loteng. Program itu juga, dilaksanakan bersama pemkab.

a�?Sementara, jangka menengahnya. Kita usahakan memperbaiki sejumlah irigasi pertanian, waduk, embung dan bendungan. Termasuk, penyaluran bantuan sumur bor,a�? katanya.

Perbaikan itu, harapnya dapat mengatasi krisis air bersih dan lahan pertanian yang melanda di pertengahan tahun ini.

a�?Sedangkan, jangka panjangnya kita ingin secepatnya menyelesaikan pembangunan Dam Mujur. Karena, dam di wilayah Praya Timur itu akan membantu mengairi persawahan dan pengolahan air bersih untuk wilayah selatan Loteng dan sebagian tengah,a�? katanya.

Hanya saja, ungkap Amin sampai saat ini provinsi dan pemkab masih terkendala pembebasan lahan. Dari total kebutuhan lahan Dam mencapai 340 hektare (ha), baru 11 ha yang bisa dibebaskan. Sisanya, dalam proses lobi dan negosiasi pemilik lahan.

a�?Saya mendapat informasi, di APBN perubahan ini pusat siap menggelontorkan dana segar untuk membantu pembebasan lahan dan pembangunan Dam Mujur,a�? bebernya.

Informasi itu, kata Amin akan ditindaklanjuti bidang teknis di provinsi. Sementara, pemkab diharapkan dapat bernegosiasi dengan masyarakat lingkar Dam Mujur agar melepas aset masing-masing dengan harga yang pantas.

a�?Yang jelas, pembangunan Dam Mujur itu, masuk dalam lima bendungan dan Dam yang menjadi prioritas provinsi,a�? katanya.

Pembangunannya, tambah Amin membutuhkan waktu bertahun-tahun. Kendati demikian, jika dikerjakan secara simultan, maka Dam yang berada di wilayah timur tersebut diperkirakan rampung tahun 2020 mendatang.

a�?Alhamdulillah, ini yang menjadi harapan kita bersama agar kekeringan yang melanda daerah kita tercinta ini dapat teratasi,a�? sambung Wakil Bupati HL Normal Suzana.

Perhitungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) anggaran Dam Mujur tersebut mencapai Rp 1 triliun lebih. Rp 600-700 miliar lebih diantaranya untuk pembangunan fisik Dam. Sisanya, pembebasan halan. Jika hal itu terwujud dalam beberapa tahun kedepan, maka Dam Mujur diprediksi dapat mengairi persawahan mencapai 10.121 ha.

a�?Dam Mujur itu juga akan dijadikan bahan baku pengolahan air bersih khusus warga wilayah selatan. Sementara wilayah tengah, ditanggulangi bendungan Batujai dan Pengga,a�? katanya.(dss/r14)

Berita Lainnya

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost