Lombok Post
Sportivo

Bukti Berbalut Kontroversi

LIVERPOOL
Liverpool's Brazilian midfielder Roberto Firmino (R) is challenged by Bournemouth's English defender Simon Francis during the English Premier League football match between Liverpool and Bournemouth at the Anfield stadium in Liverpool, north-west England on August 17, 2015. AFP PHOTO / OLI SCARFF RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 75 images, no video emulation. No use in betting, games or single club/league/player publications.

LIVERPOOL – Brendan Rodgers pernah menyebut bakal ada hal yang tidak termaafkan di dalam Premier League. Dan memang benar, Liverpool sudah memberikan hadiah yang tidak termaafkan itu kepada klub pendatang baru Bournemouth di Anfield, Selasa dini hari kemarin (18/8).

Bournemouth kembali menuai kekalahan dalam dua kali laga Premier League setelah gol kontroversial dicatatkan bomber anyar Liverpool, Christian Benteke. Gol yang terjadi di menit ke-26 itu memancing pro dan kontra di kalangan Premier League karena terindikasi offside.

Bukan pada Benteke, melainkan pada winger kanan The Reds, Philippe Coutinho. Posisi pemain Brasil tersebut jelas-jelas offside sebelum crossing Jordan Henderson disambar Benteke. Dalam replay terlihat dia mengangkat kakinya. Berdasar aturan offside terbaru di Premier League, wasit tidak seharusnya mengesahkan gol itu.

Jangan panggil Coutinho penyihir kecil lagi karena sudah lolos dari pengamatan wasit untuk terjadinya gol ini. Andaikan aturan diterapkan, maka bukan hanya gol Benteke yang dibatalkan, Coutinho pun bisa mendapatkan kartu kuning dari wasit Craig Pawson yang memimpin laga tersebut.

a�?Gol pertama dari Liverpool yang dicetak Benteke tersebut tidak seharusnya disahkan oleh wasit. Karena, apabila dilihat posisi Philippe Coutinho sudah terperangkap offside. Asisten wasit Harry Lennard tidak memberi sinyal pada Pawson,a�? ujar mantan wasit Premier League, Graham Pool sebagaimana yang dikutip dari Daily Mail.

Rodgers sendiri diberitakan di Reuters menilai perubahan aturan itu yang pada akhirnya menimbulkan kebingungan di klub-klub Premier League sendiri. Apakah ada gerakan atau tidak di balik posisi yang dianggap offside tersebut. a�?Interpretasi aturan offside yang berganti tiap tahun, makanya itu sangat menyulitkan. Offside ya offside saja. Yang jelas kami menikmati kemenangan dari gol ini,a�? ujar Rodgers.

Gol tersebut menjadi bukti pertama penyerang yang didatangkan dari Aston Villa dengan transfer fee sebesar GBP 32,5 juta (Rp 705,6 miliar) itu. Pelatih berkewarga negaraan Irlandia Utara itu pun menganggap Benteke datang ke Anfield bukan hanya memberikan opsi pembeda.

a�?Benteke juga bisa menjadi dimensi lain dari permainan Anfield Gang. Keunggulannya ada dari sisi kemampuan fisiknya. Dia terus mempertahankan bola-bola di daerah yang berbahaya. Itu akan sangat membantu kami. Permainannya memberi kami dimensi yang berbeda,a�? tuturnya.

Terlepas dari gol berbau offside itu, statistic pertandingan sudah seharusnya memberikan evaluasi bagi Rodgers. Dari sisi kontribusi tendangan ke gawang, hanya satu shots on goal dicatatkan Henderson dkk dan 12 lainnya melebar. a�?Enam poin dan dua kali clean sheet. Saya pikir semua ini hanya bergantung waktu saja,a�? lanjutnya.

Eddie Howe yang paling mencak-mencak dengan kepemimpinan wasit. Bukan hanya karena mengesahkan gol Benteke, Pawson juga menganulir gol heading dari kapten Tommy Elphick pada menit kelima. a�?Keputusan yang penting sudah merugikan kami,a�? teriaknya kepada Sky Sports.

Howe lantas menyebut anak asuhnya sebagai pemenang sesungguhnya dari pertandingan ini. Satu pelajaran yang dia katakan kepada Elphick dkk, jangan pernah menggantungkan kemenangan dari keputusan wasit. a�?Kami yakin, dengan seperti itu gol kemenangan tinggal menunggu waktu,a�? tegasnya. (ren/r10)

Berita Lainnya

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

Kembali ke Puncak Berkat Kun

Redaksi LombokPost

PENENTU JUARA, BARCELONA VS ATLETICO MADRID

Redaksi LombokPost

Ancaman Sudah Nyata, Tak Ada Waktu untuk Santai

Redaksi LombokPost

Perbakin Usulkan Petembak Nasional ke Pelatda

Redaksi LombokPost

Rohani Akan Dititip di Pelatnas

Redaksi LombokPost

BSLU Cup II Datangkan Petenis Meja Terbaik Indonesia

Redaksi LombokPost

Perda Solusi Atasi Masalah Anggaran Olahraga

Redaksi LombokPost

Atletik Belum Panik, Hasil Jatim Open akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost