Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

Apa yang Mau di Tabung?

Taufik

MATARAM – Masih banyaknya masyarakat di NTB yang enggan menabung di perbankan dinilai wajar Kepala PT Bank BRI Tbk Kantor Cabang (Kanca) Mataram M Taufik Anwar. Penyebabnya bukan hanya karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk menabung, tapi juga akibat kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan untuk menabung.

a�?Kesadaran menabung sebenarnya ada, tapi apa yang mau ditabung jika untuk memenuhi kebutuhan pokok saja tidak ada,a�? katanya pada Lombok Post di Hotel Lombok Raya, kemarin(26\8).

Ia menjelaskan melihat kondisi perekonomian yang melemah, berimbas pada hampir semua sektor. Termasuk sektor perbankan. Di PT Bank BRI Tbk Kanca Mataram pertumbuhan kredit bahkan hanya 11 persen.

a�?Pertumbuhan ada, tapi kecil. Sebab ini berhubungan dengan lemahnya geliat usaha di masyarakat,a�? ujarnya.

Dijelaskan usaha ekonomi masyarakat yang menurun, menyebabkan sumber pendapatan turut menurun. Hal ini menyebabkan masyarakat memprioritaskan dana mereka untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi ditambah lagi dengan naiknya harga-harga kebutuhan pokok.

Ditengah keterpurukan ini, Dana Pihak Ketiga (DPK) PT Bank BRI Kanca Mataram masih dinilai tinggi, sekitar 7 hingga 9 persen. Hal ini disebabkan, adanya pertumbuhan pengiriman remitansi TKI dari luar negeri.
Diakuinya perbankan tetap lebih berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat. Walau banyak sektor yang produktif, perbankan lebih melirik sektor ekspor untuk dibiayai.

a�?DPK tinggi karena remitansi, tapi kita tetap berhati-hati salurkan kredit ke masyarakat,a�? pungkasnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post