Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

Bank Syariah Harus Gencar Sosialisasi

LAYANI: Teller Bank NTB Syariah di Kediri sedang melayani nasabah.

MATARAM – Bisnis perbankan syariah masih belum bisa berkembang pesat di NTB. Banyak persoalan menghambat bisnis perbankan syariah. Apalagi ada anggapan bahwa menabung di bank syariah sama saja dengan menabung di bank konvensional.

a�?Pemahaman masyarakat seperti inilah yang turut menyebabkan perkembangan ekonomi syariah di NTB belum optimal,a�? ungkap pengamat ekonomi Islam yang juga dosen Fakultas Ekonomi Universitas Mataram H Busaini beberapa waktu lalu.

Persepsi ini, katanya, masih menghinggapi masyarakat, sehingga tidak heran mereka masih enggan untuk menjadi nasabah, dan mendapatkan pembiayaan dari perbankan syariah. Hal ini bisa dilihat dari lambannya pertumbuhan perbankan syariah. Padahal potensinya sangat besar mengingat sebagian penduduk NTB beragama Islam. Program sosialisasi yang dilakukan pun belum optimal.

a�?Oleh sebab itu, perbankan syariah harus terus bersosialisasi,a�? ungkapnya.
Diakuinya, ini adalah ujian bagi Indonesia, khususnya NTB. Bila bukan dari diri sendiri maka siapa lagi yang akan mengembangkan. Seperti yang sudah dilakukan negara lain. Sementara sistem konvensional sudah mendarah daging di masyarakat.

a�?Kita harus bersama-sama mengubah anggapan tersebut,a�? jelasnya.

Nining Astuti salah satu warga di Kota Mataram berpendapat, perkembangan bank syariah di NTB sudah semakin luas. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya bank syariah yang berdiri, termasuk bank-bank konvensional yang memperluas unit usahanya ke lingkup perbankan syariah.

a�?Bank syariah sekarang itu teknologinya sudah bagus. Fasilitas-fasilitas sudah diberikan, seperti ATM, SMS Banking, internet banking. Jadi pelayanan bank syariah tidak kalah dengan bank konvensional,a�? papar Nining.

Ia menilai, dibutuhkan pelaku bisnis syariah yang benar-benar mau berperilaku syariah. Sekarang ini, di perguruan tinggi sudah ada materi perbankan syariah. Hal ini berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih baik dalam dunia perbankan syariah. Kemudian, salah satu masalah dalam dunia perbankan syariah adalah munculnya kesenjangan kualitas sumber daya manusia (SDM).

a�?Walaupun bekerja dalam bank syariah, tapi kualitasnya masih konvensional. Walaupun bank syariah meningkat secara kuantitas, tapi secara kualitas belum dapat diharapkan,a�? tutupnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost