Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Dolar Naik, Money Changer Untung

Dolar
TUKAR: Robert salah satu wisatawan asing asal Jerman ini menukarkan 300 euro di PT Tri Putra Darma Valuta

MATARAM – Tingginya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah, membuat sejumlah pihak meraup untung. Tempat penukaran valuta asing (valas) alias money changer salah satunya. Sejak beberapa hari tempat ini ramai pengunjung. Kebanyakan orang datang untuk menukarkan dolar AS yang dihargai Rp 14.020 hingga Rp 14.060 per dolar.

Seperti money changer milik PT Tri Putra Darma Valuta di Jalan Langko, kemarin terlihat ramai pengunjung. Tidak hanya wisatawan asing dari negara Eropa, domestik pun ada yang menukarkan uangnya.

a�?Borong rupiah bahkan sudah terjadi beberapa hari ini, terutama yang punya simpanan dolar baik domestik dan asing,a�? terang karyawan PT Tri Putra Darma Valuta Nugroho Fitriyanto kemarin (26/8).

Ia pun tak menutup mata, akibat pelemahan rupiah, pihaknya meraup keuntungan besar berkisar 10 hingga 20 persen. Walau di sisi lain, kondisi ini memberi efek negatif bagi masyarakat.

Tidak hanya dolar saja, aksi menukar uang asing juga terjadi pada seluruh mata uang Eropa. Seperti yang dilontarkan karyawan money changer PT Buana Valasindo Sentosa Imran. Disebutkan, selain terhadap dolar, rupiah juga melemah dibanding euro dan poundsterling.

Ia menuturkan, untuk 1 euro seharga Rp 16.150 dari sebelumnya Rp 14.000. Sedangkan 1 poundsterling seharga Rp 22 ribu dari sebelumnya Rp 19 ribu. Ia menilai bila kondisi dalam negeri tidak mengalami perbaikan, tidak menutup kemungkinan rupiah semakin terpuruk.

Walau dari sisi wisata, keperkasaan dolar membuat untung pelaku wisata. Terlebih lagi, kondisi ini bersamaan dengan tingginya musim liburan bagi wisatawan Eropa.

a�?Turis asing ini diuntungkan, bawa sedikit uang mereka sudah dapat banyak, tapi ini benar-benar dimanfaatkan bagi pelaku wisata lainnya seperti pemandu wisata, kerajinan, pakaian dan lainnya,a�? paparnya.

Diakui Imran, sebagian besar penyedia jasa penukaran mata uang asing di Senggigi mengalami kenaikan omzet hingga 50 persen. Namun untuk mendapat omset tinggi, lanjutnya, harus disertai modal yang cukup tinggi pula.

a�?Kurang rupiah yang kita pegang disini juga bisa bermasalah,a�? pungkasnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

BPJS TK NTB Gelar Pasar Murah 2.046 Paket Sembako

Redaksi Lombok Post

BPJSTK NTB Lindungi 25.545 Pekerja Migran Indonesia

Redaksi Lombok Post

BCA Salurkan CSR Untuk Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post