Lombok Post
Pendidikan

Dua Siswa M2M Juara Nasional

dua siswa
BANGGAKAN ORTU: Dua siswa MAN 2 Model Mataram yang meraih juara tingkat nasional pada lomba menulis dan MTQ foto bersama Kepala Madrasah H Mahrup (dua dari kiri) di sekolah, kemarin.

MATARAM – Siapa bilang sekolah di madrasah tidak bisa berprestasi. Buktinya, dua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Mataram berhasil menjadi juara lomba menulis dan lomba MTQ tingkat nasional. Keberhasilan siswa M2M -julukan MAN 2 Model Mataram- ini menambah koleksi trofi sekolah untuk tingkat nasional.

Perjuangan untuk menjadi juara tidaklah mudah. Seperti yang dialami Nurul Aulia Annisa saat mengikuti lomba menulis tingkat nasional. Dalam lomba yang diadakan kantor pos bekerjasama dengan salah satu media itu, dia tidak pernah menyangka bisa masuk 30 besar. Lebih-lebih menjadi juara dua.

Waktu itu, kata siswi yang duduk dibangku kelas XII, lomba tersebut tidak ada bayangan akan menjadi juara. Ia mengikuti lomba menulis karena tahu tentang budaya yang berkaitan dengan tema menulis. Tulisan yang dibuat tentang budaya nyongkolan dan perang topat. Tulisan ini refrensinya diambil dari Google. Selain itu, ia mengerti juga tentang tradisi budaya di Lombok ini.

Pada tanggal 7 Agustus lalu, ia diminta ke Jakarta, karena tulisannya masuk 30 besar. a�?Akomodasi dan semuanya ditanggung panitia,a�? kata siswi berjilbab ini.

Lomba menulis ini dipusatkan di NTB. a�?Ini lomba yang kedua yang diadakan kantor pos. Untuk yang pertama dipusatkan di Bangka Belitung,a�? ujarnya.

Untuk materi menulis selanjutnya, ia menulis tentang budaya merariq (menikah). Tulisan ini membuat dirinya menjadi juara dua. Dalam lomba ini, ia mendapat pengalaman terkait menulis. Dimana ia bertemu dengan Habiburahman, Tere Liye, Gina S Noer yang tulisan novelnya sudah populer di Indonesia. Ia diberikan materi terkait cara menulis yang baik dan benar. a�?Kesempatan ini jarang dimiliki siswa,a�? katanya.

Beda halnya dengan Adani Mustiadi yang meraih juara III pada lomba MTQ tingkat nasional di Palu beberapa waktu lalu. Dia gagalA� menjadi juara pertama karena faktor fisik yang tidak mendukung. a�?Waktu itu puasa, kita diminta tampil pukul 15.00 Wita,a�? katanya.

Saat lomba tingkat nasional ada yang beda. Dimana, peserta dipilihkan ayat Alquran yang akan dibaca. a�?Siap tidak siap, mau tidak mau kita harus menerima keputusan panitia,a�? ujarnya.

Kendati demikian, ia berhasil keluar menjadi juara III dalam lomba MTQ tingkat nasional. Sementara Kepala MAN 2 Model H Mahrup, belum merasa puas dengan prestasi diraih siswanya ini. Menurutnya, prestasi ini belum maksimal, karena ia ingin lebih baik lagi. a�?Kami tak boleh puas dengan prestasi. Kita harus tetap kejar prestasi,a�? katanya.

Mahrup ingin MAN 2 Model Mataram bangkit menjadi sekolah kepercayaan masyarakat. Dalam mengembangkan bakat dan minat siswa tidak harus ada dorongan dari pihak madrasah. Melainkan,A� siswa yang memiliki bakat diminta untuk dikembangkan di madrasah. a�?Buktinya siswa yang lomba menulis ini tidak pernah dipaksa ikut. Siswa sendiri yang berinisiatif mengikuti lomba,a�? katanya.

Untuk memotivasi, pihaknya akan memberikan reward. a�?Apa yang kami berikan kepada siswa belum seberapa jika dibandingkan dengan prestasi yang diraihnya,a�? tukasnya. (jay/r9)

Berita Lainnya

Kasek Harus Memiliki Sertifikat Cakep Nasional

Redaksi LombokPost

500 Mahasiswa UNW Ikuti PERTAMA

Redaksi LombokPost

Jurusan Pertanian SMKN 7 Mataram Kurang Diminati

Redaksi LombokPost

KBM di Kota Mataram Mulai Normal

Redaksi LombokPost

Bantuan Kemendikbud Untuk Guru PNS Rp 1,5 Juta, Honor Rp 2 Juta

Redaksi Lombok Post

Bhayangkari Percantik Taman Baca di Pesisir Pantai

Redaksi LombokPost

Sintya, Siswi MAN 1 Mataram Juara Ajang KSM Bidang Fisika

Redaksi LombokPost

SMAN 10 Mataram Kekurangan Siswa

Redaksi LombokPost

Dua Siswa Lotim Masuk Tim Paskibraka Nasional

Redaksi LombokPost