Lombok Post
Praya

RSUD Tahan Warga Miskin

Miskin
RUANG BERSALIN: Inilah ruang bersalin Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya.

PRAYA a�� Seorang warga Pengenjek, Pringgarata, Lombok Tengah (Loteng) sempat ditahan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya. Warga tersebut tidak diizinkan pulang setelah melahirkan di tempat itu lantaran tidak mampu membayar biaya rumah sakit.

Selain miskin, konon si pasien ini tidak memiliki kartu BPJS. Pasien ini akhirnya pulang setelah Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng turun tangan. Kepala Dikes Loteng Nurhandini Eka Dewi mengakui persistiwa itu. Menurutnya kasus serupa yang menimpa warga Pengenjek telah terjadi tiga kali.
a�?Dari tiga kasus ibu bersalin warga Pengenjek itu. Satu diantaranya, kami berikan rekomendasi bantuan sosial kesehatan,a�? sambung Nurhandini.

Bantuan yang dimaksud, terangnya untuk memberikan pelayanan medis berupa persalinan gratis.

a�?Secara kebetulan, ketiganya itu pasien umum kategori miskin. Mereka tidak memegang kartu BPJS, apalagi KTP dan identitas lainnya. Salah satu contoh, ada dari mereka yang pindahan Kalimantan,a�? katanya.

Kejadian semacam itu, kata Nurhandini diharapkan sebagai pelajaran warga Loteng lainnya. Terutama yang baru pindah dari luar daerah maupun luar negeri agar menyiapkan syarat administrasi.

a�?Tapi, saya telah menginstruksikan kepada rumah sakit, Puskesmas dan pelayanan kesehatan lainnya di seluruh Loteng untuk mengedepankan pelayanan medis terlebih dahulu, sebelum urusan administrasi,a�? kilahnya.

Sehingga, diakui Nurhandini tidak ada rumah sakit atau pelayanan kesehatan yang melarang pasiennya pulang. Kecuali, untuk menyelesaikan urusan administrasi.

a�?Bagi yang tidak mengantongi BPJS, tolong secepatnya di urus. Begitu pula, yang tidak punya KTP,a�? serunya.

Pantuan Lombok Post, di RSUD Praya suasana ruang bersalin nampak ramai. Tangisan bayi terdengar dari luar ruangan, sebagian ibu-ibu mulai menggendong bayi kesayangan mereka masing-masing.

Tidak jauh dari ruang bersaling, para pengantar pasien duduk di lantai. Sejumlah warga dan pasien yang ditemui koran ini mengaku tidak mengetahui dengan jelas awal mula kasus tersebut. Sementara, petugas medis enggan berkomentar apa-apa.

a�?Setahu kami, tidak ada keributan dari warga Pengenjek,a�? ujar sejumlah pengantar pasien.(dss/r3)

Berita Lainnya

Banyak PNS Cerai Gara-gara Selingkuh

Redaksi LombokPost

Islam Itu Rahmatan lil Alamin

Redaksi LombokPost

Tiga Kios Warga Hangus Terbakar

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Loteng Susun Regulasi Pendidikan Inklusi

Redaksi LombokPost

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Penjualan Songket Sukarara Anjlok

Redaksi LombokPost

Warga Merasa Bayar Angin, Bukan Air PDAM

Redaksi LombokPost