Lombok Post
Selong

Dapat Santunan, Keluarga TKI Cemoh

BERI BANTUAN: Datok Abdul Halim (kiri), petinggi Felda Global Ventures (FGV) saat memberikan bantuan para keluarga TKI Lotim, kemarin (27/8).

SELONG – Tak kurang dari 300 keluarga TKI asal Lombok Timur (Lotim) yang bekerja pada perusahaan Felda Global Ventures (FGV) di Malaysia terlihat sumringah, kemarin (27/8). Mereka menerima bantuan tali asih dari perusahaan tempat keluarganya bekerja.

a�?a��Alhamdulillah, senang dan bersyukur,a�? kata Inaq Murda, salah seorang warga yang ditinggal pergi suaminya sejak tahun lalu.

Dalam kegiatan itu, Datok Abdul Halim, Petinggi FGV mengatakan hal ini sudah berjalan sejak lima tahun terakhir. Setiap tiga bulan, santunan selalu diberikan pada keluarga TKI sebagai bentuk terima kasih. Harapannya keluarga yang ditinggalkan merantau bisa hidup dengan lebih baik.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan tetap akan memprioritaskan tenaga kerja asal Indonesia, termasuk Lombok Timur. Keuletan dalam bekerja menjadi salah satu elebihan para TKI dibanding tenaga kerja asal negara lain. Di samping itu, kesamaan rumpun juga memberi banyak kemudahan, mulai dari bahasa, budaya, agama, bahkan pola hidup.

a�?a��Kami cocok dengan para TKI, sangat nyaman bekerja sama dengan mereka,a�? jawabnya dengan logat melayu yang kental.

Ia juga mengatakan komitmen pihaknya untuk menjaga seluruh TKI yang bernaung di bawah perusahaan tersebut. Bahkan aturan yang ada mewajibkan mereka menyamakan perlakuan antara tenaga kerja asing dengan tenaga kerja dalam negeri sendiri. Mulai dari standar gaji, perlakuan, hingga bantuan medis diberikan sesuai porsinya.

a�?a��Kami bertanggung jawab pada para TKI, sepenuhnya,a�? katanya memberi penegasan.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Lotim Mulki mengatakan peluang yang ada harus dijaga. Perhatian yang diberikan salah satu perusahaan itu harus dibalas dengan kerja keras untuk mencapai hasil maksimal. Ia menegaskan Lotim akan terus mengirim TKI sebanyak-banyaknya. Beragam batasan dan larangan yang ada tak akan menghentikan daerah ini untuk terus mengirimkan tenaga kerjanya.

a�?a��Kita dapat banyak manfaat, kenapa harus berenti,a�? katanya balik bertanya.

Ia menegaskan Lotim tak akan mau kehilangan lahan penghidupannya. Selama yang diberangkatkan sudah sesuai prosedur, tak ada alasan untuk menghentikan hal itu. Dengan 30 ribu keberangkatan TKI setiap tahunnya, Lotim kini menjelma menjadi pengirim TKI terbesar di Indonesia.

Kita akan pertahankan bahkan tingkatkan itu,a�? pungkasnya. (yuk/r3)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost