Lombok Post
Headline Sportivo

Dikpora NTB Protes Panitia POPNAS

POPNAS
BATAL BERTANDING: Atlet basket putri PPLP NTB yang dipersiapkan untuk berlaga di POPNAS sedang di GOR Bhakti Mulia

MATARAM – Kenyataan pahit harus diterima oleh tim basket putri PPLP NTB. Latihan yang mereka lakukan selama ini sia-sia. Pasalnya, mereka batal berlaga di Pekan Olahraga Nasional (POPNAS) XIII/2015 Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Hal ini berdasarkan keputusan mendadak panitia pusat POPNAS yang mempersalahkan status tim yang tak pernah mengikuti POPWIL.

a�?Ini diluar dugaan kami. Bahkan mereka menginfokan hanya lewat telepon. Ini yang tidak kami terima,a�? keluh Kasi Pemuda dan Olahraga Dikpora NTB H Hamzanwadi pada Lombok Post, kemarin (27/8).

Menurutnya, panitia pusat mempermasalahkan kontingen basket putri NTB tidak pernah mengikuti seleksi, seperti peserta lain.

a�?Memang mereka (Basket putri, red) tidak pernah ikut POPWIL. Tapi kenapa bisa tercantum dalam daftar peserta yang ada di buku pedoman POPNAS. Ini jelas kesalahan,a�? jelasnya.

a�?Bahkan entry by name yang kami lakukan beberapa waktu lalu tidak ada masalah. Atas dasar inilah kami tidak pernah memikirkan hal ini,a�? tambah Hamzan.

Kata Hamzan, dengan tercantumnya nama kontingen putri NTB di buku pedoman tersebut membuat pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pengprov Perbasi NTB untuk menyiapkan tim putri.

a�?Tiga kali rapat koordinasi dengan pengurus pusat juga tidak pernah dipermasalahkan. Kenapa mesti menjelang keberangkatan. Ini jelas sudah keteledoran panitia pusat,a�? sesalnya.

Dirinya menilai keputusan tersebut adalah keputusan sepihak. Kinerja pengurus pusat dinilai lalai. Sehingga menyebabkan kesalahan yang sangat fatal. Akibat kelalaian ini, atlet yang telah dipersiapkan hampir selama tiga bulan harus mengubur mimpi dalam-dalam untuk berlaga di event bergengsi itu.

a�?Alangkah sulitnya koordinasi dengan menyampaikan surat ke kita. Kami telah berusaha meyakinkan dan melakukan protes. Namun tidak digubris,a�? tuturnya.

Ia berharap kedepan hal ini tidak lagi terulang lagi. Karena sangat merusak moral dan mental atlet. Di sisi lain Hamzan menyatakan, kalau ada kesalahan dirinya sebagai panitia ia meminta maaf. Dan terpenting adalah nasib para atlet yang harus menjadi perhatian kedepannya.

a�?Saya mewakili Dikpora NTB menyampaikan permintaan maaf kepada Pengprov Perbasi, pelatih dan keluarga atlet. Jadikan ini pelajaran bagi kita semua untuk kedepannya,a�? pungkasnya. (zen/r9)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost