Lombok Post
Headline Selong

TNGR Siap Serbu Perambah Rinjani

GUNDUL: Situsai di salah satu titik perambahan hutan yang kini sudah gundul dan dipetak-petak warga di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok Timur kemarin (27/8).

SELONG – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melakukan rapat tertutup di kantornya di Sawing, Lombo Timur (Lotim) kemarin (27/8). Dalam rapat yang dihadiri beragam elemen dari pemerintah daerah, penegak hukum, dan masyarakat itu dibahas langkah lanjutan yang akan diambil mengatasi persoalan perambahan hutan berkepanjangan di Jurang Koak, Bebidas Kecamatan Wanasaba.

a�?a��Ini tak boleh terus dibiarkan, kita akan eksekusi,a�? kata H Ramsjah, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II, kemarin (27/8).

Eksekusi yang dimaksud ialah tindakan represif penegakan hukum pada para pelanggar aturan. Langkah itu siap diambil lantaran hingga kini tak ada perubahan keadaan di lokasi tersebut.A�Masyarakat terus saja melakukan perambahan, diduga sudah 150 hektar lahan yang dulunya hutan kini gundul akibat aksi itu.

a�?a��Kita sudah sosialisasi, mengimbau dan mengingatkan, tapi tak pernah dianggap,a�? ketusnya.

Jika dibiarkan, kerusakan lebih parah dikhawatirkan terjadi disana. Yang paling nyata tentu saja hilangnya ribuan batang pohon yang sudah puluhan tahun usianya. Kalaupun di tanam ulang, memerlukan waktu yang sangat lama untuk bisa kembali seperti semula.

Keadaan sekitar tentu saja menjadi lebih panas dengan potensi longsor yang bisa saja mengancam karena tak ada lagi pengikat tanah. Belum lagi ancaman berkurangnya mata air di bagian bawah karena resapan air ratusan hektar sudah hilang.

Rencana penegakan hukum itu lanjut Ramsjah sudah mengantongi persetujuan dari pusat. TNGR bahkan sudah menerima anggaran yang diperlukan untuk melakukan penegakan hukum tersebut.A�Bahkan rencananya tim dari pusat yang berisi para penyidik akan ikut turun melakukan pemeriksaan lokasi.

a�?a��Mereka turun besok untuk periksa dulu,a�? jawabnya.

Lombok Post yang kembali menerobos masuk area yang dipersengketakan itu menemukan keadaan cukup parah. Kawasan itu kini tak ubahnya lapangan luas dengan petak-petak yang seolah membaginya. Pembagian layaknya tanah kavlingan itu masih belum jelas maksudnya. Di sana juga masih terlihat sejumlah kayu gelondongan sisa penebangan yang belum dijual.

a�?a��Inilah dampaknya perambahan sejak beberapa bulan lalu,a�? kata sebuah sumber dari warga setempat yang dirahasiakan namanya. (yuk/r3)

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost