Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Adik Bupati Dompu Ngamuk

Bupati, H Bambang M Yasin

DOMPU – Tidak terima baliho pasangan HBY-ARIF dibongkar petugas, Mursalim adik kandung Bupati Dompu Drs H Bambang M Yasin, kemarin (30/8) protes ke kantor Panwas Dompu.

Mursalim mengamuk dengan mengeluarkan kalimat cacian ke pihak Panwas. Aksi protes adik bupati itu, disaksikan langsung oleh tim terpadu dari komisioner KPU, Kasat Pol PP, Kesbang Poldagri, unsur TNI dan Polri. Kebetulan saat itu sedang berlangsung rapat koordinasi.

Adik bupati ini datang secara tiba-tiba. Dan langsung melayangkan protes. Ia mengaku keberatan dengan sikap petugas saat melakukan penertiban. Sebab baliho pasangan calon HBY ARIF yang baru dipasang di halaman rumah salah satu pengurus partai Nasdem di depan Paruga Samakai Dompu, ikut dibongkar petugas.

Melihat kondisi itu, pihak Panwas mencoba menenangkan suasana. Namun itu tidak mampu meredam emosi Mursalim. Berkali-kali pria yang dikenal sebagai salah seorang pengusaha ini mengeluarkan kalimat yang tidak enak didengar.

Ketua Panwas Pilkada Dompu Arif Rahman yang dimintai tanggapannya menyesalkan tindakan Mursalim. a�?a��Kalau protes silahkan dengan cara baik-baik. Tindakan itu adalah sebuah penghinaan bagi lembaga Panwas. Secara pribadi saya pun merasa dihina,a��a�� ujarnya.

Terhadap persoalan itu, pihaknya kata Arif Rahman akan segera mengambil sikap secara lembaga. Namun demikian, Panwas akan terlebih dahulu menggelar pertemuan internal terkait tindakan yang akan ditempuh. a�?a��Secepatnya kami akan bersikap,a��a�� katanya.

Arif menjelaskannya, upaya penertiban yang dilakukan tim terpadu sebagai tindaklanjut dari kesepakatan bersama para calon untuk menertibkan baliho, spanduk dan pamflet pasca penetapan calon resmi. Selain itu, surat himbauan juga telah dilayangkan Panwas ke para calon agar segera menertibkan baliho sebelum tanggal 26 Agustus. a�?a��Lantas kenapa kami yang disalahkan. Ini sudah menjadi kesepakatan bersama. Penertiban ini oleh tim terpadu, Panwas sifatnya memfasilitasi,a��a�� jelasnya.

Secara terpisah Mursalim yang dikonfirmasi mengakui tindakannya yang melakukan protes ke kantor Panwas. a�?a��Ya itu sebagai sikap protes saja,a��a�� akunya.

Tindakan itu terpaksa dilakukannya, karena Mursalin mengaku keberatan dengan tindakan petugas saat melakukan penertiban baliho, pamflet dan spanduk para calon Kamis kemarin. a�?a��Silahkan saja ditertibkan. Tapi jangan langsung dirusak. Itu kan baliho baru dua hari dipasang,a��a�� katanya.

Mursalin cukup menyayangkan cara dan sikap pihak petugas dalam melakukan penertiban. Menurut dia, harusnya persoalan itu bisa dikomunikasikan baik-baik. Supaya agar pihak Paslon bisa membongkar sendiri. Dan resiko kerusakan baliho bisa dihindari. a�?a��Kita memang terima surat pemberintahuan itu. Tapi penertibannya jangan sampai merusak. Baliho itu harganya mahal. Toh kami sendiri bisa membongkar untuk dipasang ditempat lainnya. a��a�� ujarnya.

Atas sikap emosinya saat mendatangi kantor Panwas. Mursalim mengaku khilaf, karena itu terjadi secara spontan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada pihak Panwas dan tim terpadu. a�?a��Saya khilaf. Saya mohon bisa dimaklumi,a��a�� tuturnya. (im/r8)

Berita Lainnya

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Baru Satu Kabupaten Ajukan UMK

Redaksi LombokPost