Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Pengusaha Manfaatkan Pelemahan Rupiah

Nilai tukar rupiah

MATARAM – Nilai tukar mata uang rupiah saat ini bisa membawa berkah bagi pengusaha produk impor. Seperti yang dilakukan store ACE dan Informa, di mana 90 persen produk yang dijual adalah produk impor.

Walau secara garis besar kondisi perekonomian dalam keadaan lesu, kedua store yang tergabung dalam Kawan Lama Retail Group ini optimis mampu meraup pundi-pundi keuntungan.

a�?Sektor pariwisata di NTB kontribusinya cukup besar, banyak restaurant, hotel dan wisatawan asing. Tidak sedikit dari mereka menetap cukup lama, ada pula yang hanya berlibur di Lombok. Ini kita manfaatkan, agar mereka lebih banyak lagi menghabiskan uang untuk membeli produk karena harga menjadi lebih murah,a�? terang Direktur Operasional ACE Hardware Sugiyanto Wibawa, kemarin(28/8).

Sugiyanto menuturkan, gerai tidak hanya sekedar menjual fungsi dari perkakas rumah tangga saja. Namun sudah mengarah pada lifestyle atau gaya hidup modern, dan merupakan inspirasi dari konsumen.

Bagi masyarakat lokal yang ingin mewujudkan furniture dambaan, lanjutnya, tapi terkendala budget dapat mencicil furniture tersebut. Konsumen yang memiliki kartu kredit Mandiri, CIMB Niaga, BNI, HSBC dan Citibank dapat menikmati program cicilan 0A�persen hingga 12 bulan.

a�?Sementara yang belum memiliki kartu kredit, tetap bisa mencicil melalui lembaga pembiayaan yang kami tunjuk,a�? ungkapnya.

Kelebihan lainnya, lanjut Sugiyanto, furniture rumah tangga milik ACE dan Informa dilengkapi fasilitas proteksi. Sehingga perkakas yang telah dibeli konsumen tetap aman terjaga.

a�?Tidak sekedar beli saja, furniture ini kami proteksi, misalnya musibah kebakaran,a�? ujarnya.

Kemudian, bagaimana ACE dan Informa dalam memberdayakan produk lokal? Direktur Operasional Informa Daniel Trisno menanggapi, pihaknya bukan tidak mau memberdayakan produk lokal. Namun ada standar-standar yang harus dipenuhi industri perkakas rumah tangga. Selama industri furniture lokal mampu mewujudkan dan mengikuti persyaratannya, tidak menutup kemungkinan ACE dan Informa menggunakan produk lokal.

a�?Kami setuju dengan pemberdayaan produk lokal, tapi itu kami seleksi kembali sesuai atau tidak dengan standar kami,a�? terang Daniel.

Ia menjelaskan, sejauh ini, pihaknya tengah membina pengusaha industri furniture lokal secara bertahap. Dengan pemberian pendidikan ini, diharapkan pengusaha lokal mampu bersaing dengan produk impor.

a�?Kami berikan kesempatan untuk berkompetisi dengan impor, dan terus didukung. Hasil akhirnya, kita kembalikan kepada konsumen memilih produk yang mana,a�? tandasnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post

Harga Bahan Bangunan Naik

Redaksi LombokPost