Lombok Post
Metropolis

Vertigo Hilang Saat di Panggung

MENGHIBUR: Desi Natalia menghibur pendukungnya dalam Mini Konser di Lombok Epicentrum Mall, beberapa waktu lalu.

Mimpi adalah milik semua orang. Jangan pernah takut bermimpi meski terkadang tak semua mimpi dapat digapai. Inilah yang menjadi pegangan Desi Natalia. Penuh semangat dengan keyakinan kuat berhasil meraih mimpi untuk tampil di Gala Show X-Factor Indonesia.

***

DESI mengawali mimpi dari pesan almarhum ayah. Pada saat X-Factor pertama, sang ayah sangat ingin melihatnya berada di panggung tersebut. Meski ia berhasil mewujudkan mimpi ayahnya, namun sang ayah lebih dulu meninggal saat ajang X-Factor pertama usai.

a�?Pokoknya kalau ada ajang X-Factor kedua kamu harus ikut,a�? tutur Desi menirukan pesan almarhum ayahnya.

Berbekal pesan tersebut, Desi akhirnya mengambil keputusan untuk mengikuti ajang itu. Meski sedih karena harus meninggalkan keluarga, ia tetap fokus pada tujuannya.

Tanpa persiapan matang, ia tetap memutuskan untuk maju. Saat itu ia mengikuti audisi di Jogjakarta. Pengorbanan yang dilakukannya ternyata berbuah manis. Melalui tembang I Have Nothing milik Whitney Houston ia berhasil memukau keempat juri. Dia pun berhasil memperoleh empat yes dari mereka.

a�?Awalnya sih asal ikut, gak tau konsepnya kayak gimana dan ternyata lolos,a�?aku Desi.

Meraih mimpi tersebut tentu mengharuskannya berpisah dengan keluarga. Terutama suami dan anak. Pengorbanan sangat terasa saat ia harus melepas sang anak yang sedang butuh ASI darinya. Meski berat namun ia kembali pada keyakinannya. Ia tidak ingin meraih mimpi dengan keraguan. Ia ingin menggapainya dengan keyakinan penuh. Baginya, jika ia lolos maka akan ia jalani. Namun jika kenyataannya berbeda maka ia akan mengikhlaskan hal tersebut.

a�?Kalau terus yah jalani tapi kalau enggak ya sudah,a�?pungkasnya.

Desi menuturkan, memang berat baginya untuk tidak memikirkan keluarga, terutama sang anak. Sebab bagi Desi mereka adalah kekuatan terbesarnya. Tanpa mereka, ia tidak akan sanggup bertahan hingga tahapan sekarang. Begitu banyak kegiatan setidaknya mengurangi rasa rindunya pada sang anak. Dengan begitu ia bisa lebih fokus pada impiannya tersebut. Dia tidak ingin fokusnya pecah hanya karena terlalu memikirkan rumah.

a�?Bukannya gak sedih jauh dari anak tapi namanya juga mengejar mimpi. Harus fokus pada salah satunya,a�? kata wanita yang akrab di sapa Eci tersebut.

Banyak hal yang didapatkannya selama mengikuti ajang tersebut. Dia dididik menjadi lebih positif dan profesional. Bahkan ia bisa memiliki keluarga dan teman baru. Terlebih, semua pesrta lain saling mengerti satu sama lain.

a�?Kami saling mengerti satu sama lain, jadi tidak ada waktu untuk berfikiran negatif,a�?tandasnya.

Dalam menghadapi persaingan ketat, terutama di babak tiga besar. Desi mengaku lebih memperkuat mental dan kesehatan fisik. Sebab sebelumnya, ia sempat mengalami sakit tifus. Meski begitu, tidak membuat semangatnya melemah. Ia bahkan berkali-kali merasa ajaib saat di panggung. Tiba-tiba saja rasa sakit itu menghilang saat ia perform.

a�?Sering sakit vertigo, namun pas perform selalu kayak ada kekuatan. Tiba-tiba saja seperti sembuh,a�?ujarnya.

Sebagai perwakilan NTB khususnya Lombok yang berhasil mencapai final. Ia menitipkan pesan pada pemuda dan pemudi Lombok yang bertalenta. Ikut ajang seperti itu tidaklah mudah. Perlu faktor x (extraordinary) untuk bisa lolos dan ikut dalam ajang tersebut. Tak hanya suara, banyak hal yang bisa menjadi faktor x. Selama memiliki faktor tersebut maka akan memudahkan untuk terpilih oleh juri.

a�?Meski suara bagus namun jika tidak diikuti oleh factor x maka belum tentu dipilih juri,a�? jelas Desi.

Ia menambahkan, Lombok memiliki banyak bakat terpendam. Namun sayang masih kurang dikembangkan. Menurutnya, jika ingin maju ke tingkat nasional maka perlu dididik mulai dari sekarang. Ia sudah membuka jalan untuk generasi penerusnya. NTB harus bisa melahirkan Desi-Desi lainnya di masa mendatang.

a�?Aku bersyukur karena baru kali ini Lombok bisa lolos hingga grand final. Karena itu aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut,a�? ungkapnya.

Desi mengaku, meski ia nantinya jadi juara satu, ia tidak ingin menargetkan sesuatu. Sebab ia takut akan bertentangan dengan harapannya. Ia ingin menjalani segalanya sesuai dengan alurnya. Menurutnya perbanyak ikhtiar agar tidak kecewa. Ia tidak ingin sakit hati karena gagal. Bisa sampai babak grand final sudah merupakan hal luar biasa yang ia lakukan. Butuh perjuangan ekstra keras untuk menggapainya.

a�?Kalo kita pasang target kayak ada rem, tapi kalo ngalir begitu aja lebih akan lebih manis. Alhamdulillah saya sudah buktikan,a�? tegasnya.

Untuk masyarakat NTB khususnya Lombok, Desi selalu mengharapkan dukungan dan doa. Melalui dukungan dan doa tersebut, ia bisa bertahan. Doa dari mereka semua menjadi obat kuat baginya saat perform di atas panggung.

a�?Tetap vote Desi yah,a�? katanya sambil tersenyum. (Ferial Fitri Ayu Supriani/Mataram)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost