Lombok Post
Selong

Kiriman Uang Banyak Kiriman Masalah Tak Kalah Besar

KELUARGA: Para keluarga TKI yang mengikuti sosialisasi di Disnakertrans Lotim pekan lalu.

Sebagai pengirim TKI terbesar seluruh Indonesia, ada dampak positif dan negatif yang diterima Lombok Timur (Lotim). Uang berlimpah hasil kiriman menjadi modal penggerak. Namun selain mengirim uang, masalah yang dikirim TKI tak kalah banyak.

***
SETIAP tahun tak kurang dari 30 ribu warga Lotim keluar dari kampung halaman mengadu nasib ke mancanegara. Dari tangan-tangan mereka itulah pundi-pundi rupiah kelak mengalir dan menyokong pembangunan Lotim.

Tidak secara langsung memang. Namun uang kiriman itu sebagian besar dibelanjakan dan digunakan sebagian besar disini. Perputaranpun ekonomi bergerak seiring aliran rupiah yang mengalir ke daerah.

Kendati sebagian besar bekerja sebagai tenaga kasar di negeri orang, jumlah yang dikirimkan tak bisa dianggap sepele. Data remitansi BRI Lotim menunjukkan sepanjang 2014, uang kiriman para TKI mencapai Rp 424 miliar.

a�?a��Dari situ keluarga di sini bangun rumah, beli tanah, dan penuhi biaya keseharian,a�? kata Kadisnakertrans Lotim, HM Aminullah.

Sementara hingga pertengahan tahun ini para TKI Lotim telah mengirim Rp 215 miliar. Itu baru dari BRI. Masih ada beragam lembaga keuangan lain yang kerap menjadi penerima uang TKI.

Jika diakumulasikan, setiap tahun ada dana segar hingga satu triliun rupiah yang masuk ke Gumi Selaparang. Sungguh fantastis, dana itulah yang sebenarnya sangat berperan dalam menopang kehidupan di pedesaan.

Apa jadinya daerah ini jika dana sebanyak itu hilang. Bisa-bisa pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat bahkan bergerak ke arah pertumbuhan minus.

Namun jumlah TKI yang besar berbanding lurus dengan masalah yang dikirimkan. Beragam kasus terus terdengar. Mulai dari TKI yang dianiaya majikan, TKI yang ditangkap petugas di negeri orang, TKI illegal yang membuat masalah ini dan itu. Ini belum termasuk kiriman jenazah TKI yang meninggal di negara asing dengan beragam sebab.

Yang terbaru, dugaan perdagangan manusia juga terjadi. Ada indikasi TKI Lotim diperjual belikan untuk hal yang tak semestinya.

a�?a��Kita dapat info di Kuching, salah satu wilayah di Malaysia,a�? kata L Sadli Bahtiar, Kasi Perlindungan dan Penempatan.

Pemerintah bukannya tak berbuat. Yang terbaru mereka sudah membentuk tim untuk mencegah TKI illegal berangkat. Mereka yang dianggap biang masalah ini coba dihentikan sebelum sampai ke negara tujuan.

Ada juga upaya tegas menutup ruang gerap para calo yang selama ini bergentayangan. Namun jelas, hingga kini hal itu belum maksimal.

Masih diperlukan langkah ekstra untuk meminimalisir masalah para TKI. Di sisi lain, dampak positif para TKI juga perlu terus ditingkatkan. Dilema memang, namun persoalan inilah yang harus diatasi bersama. Agar manfaat besar bisa terus dirasakan sambil menghindari masalah yang bisa saja muncul. Semoga! (Wahyu Prihadi)

Berita Lainnya

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost