Lombok Post
Praya

Kasek SDN Torok Aik Akhirnya Bersuara

ROBOH: Inilah tiang bendara di SDN Torok Aik Belek, yang tersisa penyangganya saja.

PRAYA – Kepala Sekolah (Kasek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) Torok Aik Belek, Desa Montong Ajan, Lombok Tengah (Loteng) H Mastur akhirnya bersuara. Hal ini menyusul rangkaian aksi siswa, wali murid, komite sekolah dan guru yang meminta dirinya pindah jabatan ke sekolah lain.

Dia menekankan, selama menjadi pimpinan di sekolah tersebut, proses belajar mengajar berjalan seperti sekolah pada umumnya.

Sorotan terhadap fasilitas, sarana dan prasarana pendukung sekolah diakunya sedang dalam tahap pengajuan ke Pemkab. Sementara, menyangkut tiang bendara, lagu kebangsaan Indonesia Raya dan apel bendara, menjadi tanggungjawab guru pembimbing bersangkutan.

a�?Saya tidak tahu siapa yang merobohkan tiang bendara ini. Begitu saya masuk sekolah, tiba-tiba sudah tidak ada. Yang jelas, saya bekerja sesuai aturan pendidikan,a�? kata Mastur, kemarin.

Dikatakannya, dinamika lembaga pendidikan yang dipimpinnya itu, berlangsung saat penempatan pertama dirinya sebagai Kasek tahun 2009 lalu.

a�?Saya tidak tahu apa akar masalahnya. Tiba-tiba saya ditolak wali murid dan warga. Kalau pun saya diminta mundur dan pindah tugas, saya siap-siap saja,a�? katanya.

Karena, pihaknya tidak ingin dinamika sekolahnya tersebut, justru menganggu proses belajar mengajar siswa. Apalagi, berujung pada aksi mogok belajar.

a�?Untuk guru negeri, mereka tetap aktif masuk sekolah. Tidak ada yang mogok mengajar. Kecuali, guru honor sebanyak tujuh orang yang menyatakan mundur,a�? ujarnya.

Lagi-lagi, tambah Mastur aksi yang dilakukan tujuh orang guru honor itu tidak diketahui apa akar permasalah dan alasannya. Dia merasa, proses belajar mengajar berjalan sesuai aturan pendidikan. Apalagi, pengelolaan anggaran pembangunan sekolah.

a�?Yang jelas, saya tidak tahu apa-apa, kok tiba-tiba saya dikucilkan,a�? katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya SDN yang berada di wilayah selatan Loteng ini menjadi sorotan beberapa pekan lalu. Hal ini setelah para siswa melakukan aksi mogok belajar. Hal ini sebagai buntut konflik internal sekolah antara kasek dengan wali murid, komite sekolah dan para guru.(dss/r3)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost