Lombok Post
Praya

Bangun Jalan Usaha Tani dan Saluran Irigasi

PENGERASAN: Inilah salah satu akses jalan usaha tani, yang dibangun dari dana APBD murni di salah satu dusun di Desa Ranggagata, Lombok Tengah.

Yang tidak kalah penting, dalam penggunaan dana desa di Lombok Tengah adalah, pembangunan jalan untuk mempermudah usaha tani berserta saluran irigasi.

***

DI wilayah selatan, Loteng memiliki luas lahan pertanian mencapai 4.884 hektare (ha). Kategorinya lahan tadah hujan. Mereka bercocok tanam hanya satu kali saja, yakni saat musim penghujan. Sedangkan di wilayah utara dan tengah mencapai 54.600 ha. Sebagian besar berkategori lahan basah. Sehingga, pola tanam pertaniannya bisa dua atau tiga kali dalam setahun.

Produktifitas pertanian di Gumi Tatas Tuhu Trasna di atas rata-rata dari 10 kabupaten dan kota di NTB. Sehingga, Loteng menjadi salah satu daerah penyangga pangan Bumi Gora.

Setiap tahunnya daerah ini memproduksi gabah mencapai 476 ribu ton, atau setiap hektarenya mencapai 5,6 ton. Begitu pula untuk tanaman palawija seperti, kedelai, jagung, semangka, cabai dan tomat.

Namun persoalan yang dihadapi komoditas yakni, terkendala akses jalan. Kerap kali mereka harus bersusah payah melalui jalan setapak, mengangkat hasil bumi. Begitu pula sebaliknya, saat bercocok tanam. Hal ini membuat proses produksi maupun distribusi hasil pertanian terhambat.

Waktu banyak terbuang di jalan. Akses jalan ini juga membuat membuat ongkos produksi tinggi. Harga pupuk dan bibit misalnya relatif lebih tinggi. Alasannya jarak yang sulit dijangkau membuat penjual menaikkan harga barang.

Karena itulah jawaban yang dibutuhkan para petani yaitu akses jalan usaha tani dan irigasi pertanian. Proses jual beli dan pengangkutan hasil bumi semakin cepat dan lancar ketika jalur yang layak tersedia.

Sejumlah desa di Loteng kini mulai memikirkan cara untuk pembangunan jalan usaha tani tersebut. Sebagian dari mereka sudah merealisasikan pembangunan jalan tersebut di APBD murni. Ditambah lagi dari APBD Perubahan tahun ini. Mereka pun melaksanakan pengerjaan jalan secara swadaya.

Sebut saja, di beberapa dusun di Desa Ranggagata, Serage, Teduh, Montong Sapah dan Montong Ajan. Begitu pula desa-desa lain di 11 kecamatan seperti Desa Aik Berik di Batukliang Utara (BKU).

a�?Pada prinsipnya, rencana penggunaan dana desa itu telah kami sepakati bersama 127 kepala desa (kades) untuk pembangunan fisik, sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum dan Undang-undang yang berlaku,a�? jelas sekretaris Forum Kepala Desa (FKD) Loteng Supardi Yusuf.

Seluruh progam pembangunan fisik itu dirasa menyentuh kepentingan masyarakat. Tidak terbuang sia-sia. Karena, membuka akses jalan usaha tani dibarengi pula dengan perbaikan dan pembangunan irigasi. Hal tersebut diyakini meningkatkan produktifitas pertanian dan mendongkrak pendapatan petani.

a�?Alhamdulillah, untuk irigasi pertanian, kami mendapat bantuan dari pusat. Sehingga, kami bisa berkonsentrasi membangun jalan usaha tani dan pembangunan fisik lainnya,a�? sambung kades Aikmual Asrorul Hadi.(Bersambung/Dedi Shopan Shopian/Lombok Tengah)

Berita Lainnya

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost