Lombok Post
Headline Praya

Hakim Bebaskan Putrie

DIGOTONG: HL Muhammad Putrie, saat digotong para keluarga dari seluruh wilayah selatan Lombok Tengah.

PRAYA – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Praya, membebaskan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lombok Tengah (Loteng) HL Muhammad Putrie. Hal ini terkait tuduhan perusakan hotel Lombok Baru di pantai Kuta. Putri dianggap tidak terbukti secara lisan maupun tulisan memerintahkan warga merobohkan bangunan hotel milik Minarni tersebut.

a�?Kami putuskan terdakwa bebas murni, merehabilitasi nama baiknya dan membebani seluruh biaya perkara kepada negara,a�? kata ketua majelis hakimI Nyoman Wiguna dalam sidang pembacaan putusan kemarin.

Mendengar putusan tersebut, keluarga Putrie nampak terharu. Sidang ini sendiri dibuka pukul 10.15 Wita dan berakhir pukul 12.50 Wita.

Berbeda pada sidang penundaan 27 Agustus lalu. Ratusan warga dari Desa Ketare, Tanak Awu, Pengembur, Kuta, Rambitan, Prabu dan Penujak yang hadir nampak lebih tertib. Kendati demikian, polisi telah menyiagakan ratusan personel untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam putusannya hakim meyatakan terdakwa tidak bersalah. Anggota majelis hakim Moh Imam Irsyad menyebut terdakwa melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik, sesuai ketentuan surat keputusan (SK) Bupati Nomor 172 Tahun 2013, aturan hukum dan Undang-undang yang berlaku.

a�?Majelis hakim menilai, bangunan hotel Lombok Baru diruntuhkan atau dirobohkan oleh sekelompok masyarakat. Bukan atas perintah lisan maupun tulisan dari terdakwa,a�? tegasnya.

Kebijakan relokasi dan penertiban pantai Kuta, lanjutnya dilakukan pemerintah dan terdakwa atas kepentingan umum atau publik.

a�?Terdakwa dinyatakan tidak bersalah, tidak melanggar dan atau melawan aturan hukum,a�? katanya.

Terkait putusan ini Putrie yang berlinang air mata merasa bersyukur dan berterima kasih kepada majelis hakim. Menurutnya majelis hakim telah melaksanakan tugas dengan baik.

a�?Saya bersyukur kepada Allah SWT. Karena, hakim mengeluarkan keputusan dengan obyektif dan transparan. Ini adalah keputusan kebenaran,a�? ujarnya.

a�?Karena, apa yang kami lakukan semata-mata demi tugas jabatan, sesuai SK Bupati. Kami tidak punya kepentingan apa-apa. Saya pribadi, tidak punya tanah sedikit pun di pantai Kuta, saya juga tidak pernah mendapatkan imbalan sepersen pun dari relokasi dan penertiban pantai Kuta itu,a�? lanjut Putrie sembari mengusap air mata.

Sementara itu, jaksa penuntut umum Mazara meminta waktu untuk memikirkan langkah terkait putusan hakim.

a�?Kami akan mengkaji dan memikirkan apakah menerima atau tidak keputusan mejelis hakim,a�? katanya, singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya sidang putusan sedianya digelar pekan lalu. Namun hakim menyatakan ditunda. Sidang tersebut diwarnai aksi protes dari pendukung Putrie. Mereka membuat keributan di depan gedung pengadilan serta membakar sejumlah bangunan di Pantai Kuta. Namun sidang kali ini berakhir damai. Sebagai luapan kegembiraan keluarga dan kerabat langsung menggotong Putrie, hingga jalan raya.

a�?Alhamdulillah, Alhamdulillah,a�? sambung Kepala Desa Ketare Lalu Buntaran.(dss/r3)

Berita Lainnya

SKD Selesai, Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost