Lombok Post
Selong

Merariq Kodeq Sulit Dibuatkan Perda

Merariq kodeq
Ketua DPRD Lotim : HM Khairul Rizal

SELONG – DPRD Lotim memandang pernikahan dini alias merariq kodeq yang marak terjadi di daerah ini sulit dibuatkan aturan baku. Jika hal itu dipaksakan, bukan tak mungkin akan berbenturan dengan aturan agama yang justru membolehkan selama sudah menginjak masa akil balig.

“Tak bisa kita buat perda yang bertolak belakang dari aturan agama, terlebih daerah ini terkenal religius,a�? kata HM Khairul Rizal, Ketua DPRD Lotim, kemarin (2/9).

Aturan pernikahan memang menggariskan usia 16 tahun sebagai batas. Sedangkan UU perlindungan anak justru mensyaratkan batas 18 tahun. Pertentangan kedua aturan itu masih harus ditambah dengan aturan agama yang mensyaratkan balig saja.

Sehingga walaupun masih berusia 14 tahun jika sudah memasuki masa akil balig, itu tak akan dianggap salah oleh agama. Terlebih, banyak kasus merariq kodeq terjadi lantaran kecelakaan alias hubungan pranikah yang kebablasan.

“Kalau dilarang nikah tapi sudah hamil duluan kan bahaya juga,a�? katanya balik bertanya.

Ia lantas menyarankan perlunya pemerintah dan tokoh masyarakat bersama pemuka agama merumuskan aturan yang lebih tepat. Bisa saja dengan memberi pemahaman pada masyarakat agar menjaga anaknya untuk tak terjerumus pada pergaualan bebas.

Dengan bekal pendidikan yang juga ditanamkan, mereka bisa menikah setelah sanggup tak hanya secara biologis tapi juga secara psikis dan ekonomi.

“Kesadaran orang tua untuk mengatur anak juga perlu ditingkatan,a�? katanya.

Terpisah, Kepala Badan Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Lotim H Suroto mengatakan yang dikhawatirkan dari merariq kodeq ialah dampak dikemudian hari. Lantaran kurangnya persiapan, banyak masalah timbul dari pernikahan usia belia ini.

Mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, peningkatan kawin cerai, dan kesejahteraan yang sulit dicapai. Bahkan peningkatan populasi yang tak dibarengi kualitas yang baik juga diyakini disebabkan pernikahan muda ini.Hingga tengah tahun ini saja, dari 2.036 pernikahan yang tercatat di Lotim, 562 di antaranya merupakan pernikahan muda dibawah usia 19 tahun.

a�?a��Artinya 27,6 persen pernikahan di Lotim merupakan merariq kodeq,a�? jawabnya. (yuk/r3)

Berita Lainnya

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

ADBMI Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost