Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Camat Woha Dituding Terlibat Aktif Kampanye

Camat Woha
PNS BERPOLITIK : Foto Camat Woha Drs Dahlan (pakai topi) diindikasikan terlibat aktif ikut kampanye untuk pasangan Dinda. Foto Dahlan berkampanye ria ini yersebar di sosial media.

BIMA a�� Indikasi keterlibatan berpolitik praktis dilakukan Camat Woha, Drs Dahlan yang terang-terangan ikut aktif dalam kampanye Pasangan Calon Nomor 4 , pasangan calon Hj Indah Damayanti Putrid dan H Dahlan M Noer (Pasangan DINDA). Bukti foto Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini diketahui dari foto yang beredar di media sosial facebook sejak Rabu (2/9) kemarin.

Calon Wakil Bupati Bima H Dahlan M Noer pun terlihat dalam foto itu. Calon Wakil H Dahlan menggunakan peci hitam sedangkan Camat Woha menggunakan menggunakan topi bundar berwarna putih. Memang tak ada atribut kepegawaian yang dikenakan sang catat. Di foto itu, terlihat senyuman diwajah camat. Ia pun mengangkat ke empat jarinya. Tampak kebahagian para pendukung pasangan DINDA di foto itu.

Menanggapi indikasi keterlibatan camat yang dilarang berpolitik praktis, Ketua Panwaslu Kabupaten Bima, Abdullah mengaku, foto tersebut sudah dimiliki oleh anggota Panwas Kecamatan Woha. Informasinya, sambung Abdullah, foto itu diambil saat agenda kampanye tatap muka Pasangan Dinda-Dahlan, Senin sore (31/8) lalu di Kecamatan Woha.

Menurut lelaki yang akrab dipanggil Ebit ini, dalam foto tersebut memang tampak wajah Camat Woha Drs Dahla. Namun, kata dia, soal kepastian keterlibatannya berpolitik praktis masih dalam proses klarifikasi.

“Panwascam Woha sudah memproses hal ini, tapi laporan resminya belum diteruskan ke Panwaslu Kabupaten Bima,” terang Ebit via ponselnya, kemarin.

Ia menambahkan, bukan hanya Camat Woha yang sedang dilakukan proses klarifikasi. Ada sebanyak 14 PNS di Woha yang sedang ditangani dugaan keterlibatannya. Kata dia, Camat Woha, Drs. Dahlan juga pernah dipanggil Panwascam karena menghadiri kampanye Pasangan yang lain yaitu pasangan Syafrudin-Masykur (SYUKUR), Rabu (2/9) lalu. a�?Saat ini dalam proses pemanggilan untuk dimintai klarifikasi juga,a�? tandas Ebit

Ia pun menerangkan soal dugaan keterlibatan politik praktis para PNS ini sedang dalam pengkajian di Panwaslu guna memastikan jenis pelanggaran yang dilakukan. Kata dia, tidak hanya di Kecamatan Woha tetapi soal politik praktis para PNS ini terjadi juga di kecamtan lainnya seperti di Kecamatan Ambalawi.

a�?Dari laporan para Panwascam, sejumlah PNS yang ikut kampanye telah diidentifikasi. Bukti-bukti keterlibatan mereka sudah kami dikantongi. Pastinya, semua temuan ini akan dikaji dalam waktu dekat ditingkat Panwaslu,a�? terang pria asal Desa Ngali ini.

Menurut dia, Jika PNS yang terbukti melakukan aktivitas atau perbuatan yang dikategorikan dalam tindakan politik praktis, maka PNS sudah pasti melakukan pelanggaran. Untuk itu, sambung Ebit, sanksi yang direkomendasikan bisa dalam bentuk sanksi pidana atau sanksi administrasi. Semua tergantung dari hasil pengkajian dan keputusan Panwaslu.

“Kepada para PNS, kami ingatkan jangan bermain api dengan larangan-larangan yang tertuang dalam aturan Pemilihan Kepala Daeran dan Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru.. Ada pelanggaran dan itu terbukti, kami tidak akan mengambil jalan kompromi,” tegas mantan Ketua BEM STIHM Bima ini. (cr-gus/r8)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost