Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Pemprov Dukung Pabrik Pakan

Hj Budi Septiani
Kepala Disperindag NTB Hj Budi Septiani

MATARAMA�– Pemerintah provinsi NTB mendukung adanya pabrik pengolahan pakan ternak di daerah. Adanya pabrik pakan ini diyakini dapat membantu peternak. Apalagi kebutuhan pakan, khususnya pakan untuk unggas cukup tinggi.

a�?Pakan ternak yang kita impor dari daerah lain mencapai 70 persen dari kebutuhan daerah. Adanya pabrik pengolahan pakan di daerah bisa mengurangi ketergantungan kita pada pakan dari luar daerah,a�? Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dinakkeswan) NTB Hj Budi Septiani kemarin.

Dia menyebutkan, mestinya sejak lama NTB memiliki pabrik pengolahan pakan sendiri. Apalagi, bahan baku pakan ternak di NTB cukup melimpah. Misalnya jagung yang merupakan bahan utama pakan, banyak dihasilkan di NTB.

a�?Selama ini jagung kita dikirim ke luar untuk diolah jadi pakan, selanjutnya pakan itu kita beli lagi. Lantas kenapa kita tidak membangun pengolahan pakan di sini saja,a�? tegas dia.

Diakuinya, adanya pabrik pengolahan pakan ternak memberi dampak positif. Selain menekan biaya produksi yang berdampak pada penurunan harga daging ayam maupun unggas lain, adanya pakan ternak lokal akan membuka kesempatan kerja di daerah.

Dia mengakui, pengolahan pakan ternak dalam skala pabrik besar masih belum bisa dilakukan. Sementara yang bisa dilakukan adalah mendirikan pakan ternak dengan skala industri rumahan terlebih dahulu.

a�?Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, dan mendukung hal ini,a�? ungkap Budi.

Dia menuturkan, tidak hanya pengiriman pakan impor yang bisa ditekan. Untuk konsentrat campuran pakan juga tidak perlu impor. Asalkan, pabrik gula di Dompu segera terwujud.

a�?Molasus dari bahan baku gula bisa menambah campuran pakan,a�? terangnya.

Terkait dengan pengurangan pengiriman bibit ayam oleh peternak, lanjutnya, pihaknya akan mengadakan pertemuan secara langsung membahas hal ini. Pembicaraan tidak hanya membahas penyebab pengurangan, juga mengetahui seberapa besar kebutuhan bibit ayam yang diperlukan peternak di NTB.

a�?Sebenarnya bibit ayam di sini tidak kurang, nanti kita bahas pada tanggal 7 September duduk bersama peternak unggas di NTB,a�? tutupnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

Telkomsel Optimalkan Jaringan di Lebih dari 1.400 Titik Penting

Redaksi Lombok Post

Tenaga Pemetaan BPS Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Redaksi Lombok Post

Siswa BLK Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Redaksi Lombok Post

13 Ahli Waris Non ASN Kemensos RI Terima Santunan BPJSTK

Redaksi Lombok Post

BANSOS KORBAN BENCANA SULTENG DAN NTB SIAP DICAIRKAN

Redaksi Lombok Post

Telkomsel Luncurkan IoT INTANK

Redaksi Lombok Post

Undian Simpedes BRI Periode II Tahun 2018 Digelar

Redaksi Lombok Post

Telkomsel Rampungkan Refarming 800 MHz dan 900 MHz

Redaksi Lombok Post

Astra NTB Gelar Final Kontes Layanan Honda Regional 2019

Redaksi LombokPost