Lombok Post
Praya

Jalan Orok Gendang Diblokir

PRAYA – Pembangunan jalan kabupaten di Orok Gendang, Desa Mangkung, Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng) berujung pemblokiran. Tindakan itu dilakukan para pekerja sebagai protes upah yang tak kunjung cair.

Pembayaran upah berlaku pada pengerjaan lapis pondasi bawah (LPB) dan lapis pondasi atas (LPA) serta jembatan sebesar Rp 40 juta. Sebagian besar pekerja ini sendiri merupakan warga setempat.

a�?Dana sebesar Rp 40 juta itu, sisa pembayaran yang wajib dibayar kepada kami. Kalau tidak, akses jalan yang satu ini kami tutup permanen,a�? ancam sejumlah pekerja yang menyegel jalan Kamis (3/9) kemarin.

Aksi pemblokiran A�jalan pun berjalan mulus. Tidak nampak pihak perusahaan atau Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan ESDM, yang turun melerai. Pekerja menutup jalan jalan menggunakan bambu, dengan tanda bertuliskan DISEGEL.

a�?Setelah upah kami dibayar, maka segel kami buka,a�? kata koordinator lapangan (korlap) Gede Sujar.

Pada papan proyek terpasang pelaksana proyek atas nama CV Sopyan, konsultan pengawas CV Asriguna Kreasi Samawa, dengan pagu anggaran sebesar Rp 807 juta.

a�?Apa yang dilakukan warga kami, murni menuntut hak mereka sebagai buruh. Tolong secepatnya diselesaikan,a�? sambung kadus Orok Gendang Lalu Sumaidi.

Sebagai pejabat dusun, pihaknya telah melakukan berbagai pendekatan kepada warganya. Namun, warganya tetap bersikeras menutup akses jalan. Agar tidak berlarut-larut, pihaknya akan melaksanakan musyawarah dengan perusahaan dan Dinas PU.

a�?Mudah-mudahan, dalam waktu singkat, masalah ini selesai,a�? harapnya.

Kepala Dinas PU dan ESDM, Loteng, HL Rasyidi langsung memanggil perusahaan bersangkutan Jumat pagi, kemarin.

Dia meminta agar perusahaan tersebut menyelesaikan kewajibannya kepada pekerja, baik warga maupun rekanannya masing-masing. Dia tidak ingin, pembangunan infrastruktur jalan terhambat gara-gara keterlambatan pembayaran yang dimaksud.

a�?Selesai salat Jumat (kemarin), kami dan perusahaan bersangkutan telah membayar upah pekerja. Alhamdulillah, segel dibuka dan pengerjaan jalan dilanjutkan,a�? bebernya.

Dikatakannya, jalan Orok Gendeng untuk sementara dilapen, bukan di hotmix (aspal halus, red). Kendati demikian, pihaknya telah menekankan kepada perusahaan agar mengedepankan kualitas. Bukan kuantitas.

a�?Kalau biaya untuk hotmix per 1 km saja, membutuhkan biaya sebesar Rp 1,2 miliar lebih,a�? ujarnya. (dss/r3)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Hujan Datang, Longsor Mengancam

Redaksi LombokPost

Anggaran Tidak Terduga Tetap Tersedia

Redaksi LombokPost

PAD Bocor, Pemkab Libatkan BPK

Redaksi LombokPost