Lombok Post
Selong

Kesibukan Para Perawat RSUD Selong Mengasuh Mr. X

DISIAPKAN: Sejumlah perlengkapan yang disiapkan untuk bayi yang diterlantarkan orang tuanya, kemarin.

Hari ini merupakan hari ke tiga bayi yang dibuang orang tuanya berada di RSUD Soedjono, Selong, Lombok Timur (Lotim). Selama itu, para perawat bertindak tak ubahnya ibu dan ayah bagi bayi malang tersebut.

***

SEORANGA�A�perawat terlihat tergopoh-gopoh lari menuju kantin rumah sakit. Sesampainya disana, dengan lekas ia kemudian membeli sejumlah barang. Namun bukan membeli makanan ataupun minuman seperti biasanya.
Perawat ini membeli sejumlah perlengkapan bayi, mulai dari popok, baju, hingga susu.

a�?a��Ini untuk Mister X,a�? kata Lilik, sang perawat.

Mr X adalah sebuatan untuk bayi yang kini dirawat di rumah sakit itu. Lantaran dibuang orang tuanya, bayi itu belum punya nama. Ia, kini tak memiliki seorang keluargapun yang merawat. Karena itulah para perawat disanalah yang bergantian menjadi ibu dan ayah bagi bayi malang tersebut.

Sesuai shift kerjanya masing-masing, para perawat bergantian memberikan asuhannya. Kendati menjadi lebih repot dari biasanya, perawat-perawat di RSUD Dr Soedjono terlihat tak mengeluh.

Bahkan ketika si bayi memerlukan perawatan khusus mereka seperti siap sedia layaknya ibu kandng sendiri.
Entah apa yang ada dalam benak ibu dan ayah kandung bayi yang masih merah itu.

Ia dengan teganya membuang bayi yang baru lahir itu hanya dalam sebuah kardus. Tanpa sehalai kainpun dan dengan ari-ari yang belum terpotong pula.

Tapi setidaknya bayi yang entah dari mana asalnya itu kini bisa bernafas lega. Untuk sementara mereka memiliki ibu dan ayah yang memberikan perhatian.

a�?a��Paling repot waktu dia minta mimik susu,a�? kata sang perawat.

Saat bayi menangis karena kelaparan, saat itu juga perawat harus bekerja ekstra. Meluangkan waktu disela kesibukan mereka melayani pasien.

Jika pada bayi lain, mereka cukup memanggil si ibu untuk menyusuinya, kini merekalah yang menjadi ibu dadakan. Susu formula mau tak mau jadi andalan. Para perawatpun menyiapkan semua dengan telaten, mulai menyeduh air hingga memberi susu.

Tak jarang sejumlah pengunjung yang berempati menyempatkan diri menengok bayi tersebut. Beberapa diantaranya bahkan ikut menggendong dan menenangkan si bayi ketika sedang menangis.

a�?a��Tega sekali ibunya itu,a�? kata Masitah, salah seorang pengunjung yang sebenarnya hendak menjenguk keluarganya yang baru melahirkan.

Sembari menunggu kejelasan nasib si bayi, RSUD Selong kini menjadi rumah sementara.A�(Wahyu Prihadi/Selong)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost