Lombok Post
Ekonomi Bisnis

NTPT Naik, Banyak Peternak Naik Haji

RAWAT: Seorang peternak sedang memberikan makan pada sejumlah sapi dengan menggunakan pakan tebu muda di Kelompok Tani Ternak Geger Girang, Desa Anjani, Suralaga, Lombok Timur.

SELONG – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB nilai tukar petani peternakan (NTPT) mengalami peningkatan di bulan Agustus sebesar 0,47 persen. Hal ini disebabkan karena indeks yang diterima petani meningkat sebesar 0,30 persen, sedangkan indeks yang dibayar petani menurun sebesar 0,17 persen.

Peningkatan indeks yang diterima petani subsektor peternakan disebabkan, karena meningkatnya harga itik atau bebek, sapi potong, kerbau dan telur itik. Sedangkan penurunan indeks yang dibayar petani (Ib) disebabkan turunnya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,49 persen.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB Hj Budi Septiani mengatakan, peluang usaha menjadi peternak sangat besar dan menjanjikan. Asal peternak menjalaninya dengan ketekunan dan kesabaran.

a�?Ini dibuktikan dari beternak sapi misalnya, sudah ada 16 peternak yang bisa berangkat haji tahun ini, disusul tahun depan ada 15 peternak,a�? terangnya saat mengunjungi salah satu kelompok tani ternak di Lombok Timur, Sabtu (5/9).

Budi menuturkan, keberhasilan peternak sapi juga disebabkan dukungan pakan ternak yang cukup bagus di daerah. Sebesar 70 persen pakan harus tersedia, salah satunya hijauan pakan ternak (HPT). Dengan menyediakan pakan hijauan sendiri, kata dia, maka peternak tidak akan kesulitan memperoleh pakan.

a�?Contohnya, kelompok tani ternak Tulung Danang, Dusun Tanak Mira, Wanasaba dan kelompok tani ternak Geger Girang, Desa Anjani, Suralaga. Mereka sudah siapkan lahan untuk penanaman HPT,a�? kata Budi.

Tak kalah penting, sambungnya, keseriusan anggota untuk membudidaya ternak sapi. Kemudian mengkombinasikan ternak sapi untuk budidaya dan penggemukan. Caranya, sapi jantan lebih diarahkan kepada penggemukan, dan sapi betina diarahkan sebagai calon induk.

a�?Ketersediaan inseminator disetiap kelompok tani ternak juga memberi kontribusi besar keberhasilan kelahiran sapi,a�? katanya.

Ketua kelompok tani ternak Tulung Danang Kardi membenarkan, kelompoknya telah memberangkatkan 16 peternak sapi untuk naik haji. Dikatakan Kardi, rata-rata anggotanya memiliki lima ekor sapi. Dengan menjual 2 ekor sapi saja, peternak masih menyisakan tiga ekor sapi.

a�?Keseluruhan ada 238 ekor sapi dari empat kelompok. Belum dihitung anak-anak sapinya,a�? katanya.

Ia menambahkan, kelompok ternaknya tidak pernah kekurangan pakan, bahkan tidak membeli pakan hijauan. Karena, sistem yang dipakai adalah penggantian upah. a�?Hasil memetik jagung, pohon jagungnya untuk pakan. Diluar menanam pakan hijauan sendiri,a�? tutupnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post