Lombok Post
Headline Praya

Sapi Dicuri, Pemilik Dihabisi

Bacok-Tusuk

PRAYA – Aksi sadis kawanan perampok kembali terjadi di Lombok Tengah. Para penjahat tersebut tega menghabisi nyawa Amaq Satriah warga Gubuk Menseleng, Dusun Emboan, Desa Mangkung, Praya Barat Sabtu (5/9) dini hari, kemarin(06/09). Korban tewas dibantai para pelaku saat berupaya mencari pertolongan.

Beruntung Inaq Ani, istri korban luput dari maut setelah berhasil melarikan diri.

Peristiwa ini sendiri terjadiA� sekitar pukul 02.30. Pelaku yang diperkirakan berjumlah enam orang mengincar sapi-sapi milik korban. Saat mereka terlelap, tamu tak diundang tersebut datang.

Dua pelaku berhasil masuk ke rumah sasaran melalui pintu depan. Mereka berupaya melumpuhkan Amaq Satriah dan istri.

Sedangkan di luar rumah, empat perampok lainnya membagi tugas. Dua orang membuka kandang sapi. DuaA� lainnya berjaga memantau situasi.

Dalam kondisi tersebut korbanA� berupaya melarikan diri sembari berteriak minta tolong. Sayang pertolongan yang diharap tak datang. Korban justru dikejar para rampok dan dikroyok hingga tewas. Tanpa ampun korban dihabisi.A� Amaq Satriah meregang nyawa setelah leher dan tangannya ditebas pelaku.

Mengetahui pria 55 tahun itu tak bernyawa, para perampok dengan leluasa membawa kabur dua dari lima ekor sapi milik korban.

a�?Begitulah cerita yang kami terima dari istri korban,a�? kata Kepala Desa (kades) Mangkung, Samsul Rizal, kemarin(06/09).

Dikatakannya, istri korban melihat langsung situasi mencekam itu, tapi tidak bisa berbuat banyak. Apalagi, jarak setiap rumah warga di Dusun Emboan berjauhan. Alhasil, ketika korban berteriak tidak didengar warga sekitar.

a�?Pagi harinya (Sabtu, kemarin) Polres melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun, tidak sempat meminta keterangan istri korban, karena sedang berduka,a�? ujarnya.

Dari pengakuan istri korban, lanjut Rizal diduga korban mengenal kawanan perampok yang dimaksud. Atas kejadian itu, pihaknya langsung meminta semua kepala dusun di desa tersebut untuk melakukan ronda malam.

a�?Ini jadi pelajaran kita semua. Apalagi, kami telah menyiapkan pos ronda dari dana desa. Hanya saja, warga saya jarang ronda malam. Untuk itulah, saya berharap agar meningkatkan ronda,a�? seru Rizal.

Lebih-lebih, lanjut Rizal sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai petani dan memelihara sapi, baik pembibitan maupun penggemukan.

Padahal desanya tersebut dikenal rawan aksi perampokan dan pencurian.

a�?Saya juga berharap, agar kita menyatukan kesepakatan untuk membuat kandang bersama, sehingga kita bisa menjaganya bersama-sama,a�? tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Loteng AKBP Nurodin SIK membenarkan aksi kawanan perampok di Dusun Emboan, Desa Mangkung.

Dia memerintahkan Satreskrim melakukan penyisiran dan olah TKP. Dengan harapan, dapat mengidentifikasi pelaku. a�?Korbannya meninggal dunia,a�? tekan Nurodin, singkat.(dss/r3)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost