Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

Ternak Itik Serap Banyak Tenaga Kerja

CEK: Kepala Disnakkeswan NTB Hj Budi Septiani mengecek kondisi kandang dan perkembangan itik bersama Ketua Kelompok Tani Ternak Azna Jaya Abdul Rahim di Kampung Baru Desa Terara, Terara, Lombok Timur.

SELONG – Peternakan itik di Kampung Baru Desa Terara, Terara, dan Dusun Bangket Punik Desa Lenek, Aikmel, Lombok Timur mampu menyerap tenaga kerja yang besar. Mereka terdiri atas pemilik, pekerja kandang, pekerja olahan pakan, angkutan, hingga olahan turunannya.

a�?Kami tidak hanya membudidayakan ternak itik saja, kami ingin ada nilai tambah dengan mengolah turunan,a�? kata Ketua kelompok tani ternak Azna Jaya Abdul Rahim, Sabtu (5/9).

Ia menuturkan, awalnya usaha kelompok ternak hanya memiliki seratus ekor itik yang dikelola sembilan kelompok. Kemudian, berkembang menjadi 12 kelompok setelah mendapat bantuan bibit itik tahun 2014 dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB sebanyak 3.300 ekor itik jenis Alabio.

a�?Penambahan kelompok tidak mudah, karena pola pikir masyarakat masih sulit saat itu. Setelah melihat hasilnya mereka bergabung,a�? terangnya.

Ia mengaku, sebelumnya telur dalam keadaan mentah dijual hanya di sekitar wilayah Terara, Masbagik, dan Selong saja. Di mana, harga yang diperoleh pun seadanya. Karena tidak ingin terus merugi, ia mencoba mengolah telur asin dengan inovasi baru yaitu dibakar. a�?Dengan dibakar, kadar air di telur asin berkurang. Rasa asin menjadi tidak terlalu keras. Dan lebih awet dari cara biasa,a�? katanya.

Mengenai pemasarannya, kini ia manfaatkan teknologi website Kampung Media. Sehingga jangkauan pasar lebih meluas.

a�?Kenapa berani kita pasarkan di media, karena kami sudah kantongi PIRT dan kehalalan, dengan ini harga telur asin bisa bersaing dan kami punya nilai tawar,a�? tuturnya.

Dikatakan, dengan berbagai inovasi yang dilakukan juga berdampak pada terserapnya tenaga kerja yang ada. Karena mengantisipasi total produksi yang telah mencapai ribuan telur perharinya.

a�?Kini kelompok berinovasi membuat abon telur. Pengolahan abon dibuat untuk memanfaatkan kondisi telur yang pecah,a�? terangnya.

Kepala Disnakkeswan NTB Hj Budi Septiani membenarkan, dengan bantuan bibit itik yang diberikan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak. Karena perawatan, pemberian pakan yang sangat maksimal. Terutama berbagai inovasi olahan yang dilakukan.

a�?Hal ini berdampak juga pada penghasilan mereka,a�? ujarnya.

Budi kembali menegaskan, kendala besar yang masih dihadapi peternak unggas adalah keberadaan pakan. Ketika pakan terganggu akibat cuaca, berpengaruh pada harga ternak itu sendiri. a�?Tidak lelahnya kami mencoba agar ada industri pakan di NTB. Karena kita memiliki bahan baku yang sangat besar,a�? pungkasnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost