Lombok Post
Praya

Buruh Bangunan Bunkate a�?a�?Bernyayia�?

ilustrasi pengadilan

PRAYA – Pekerja bangunan gerbang kantor desa Bunkate, Jonggat Lombok Tengah (Loteng) a�?bernyayia�?. Dia menyebutkan, ada dugaan pemalsuan dokumen pengeluaran belanja pembangunan gerbang yang dikerjakannya. Hal itu menjadi kesaksiannya dalam pemeriksaan dugaan korupsi di desa tersebut kepada jaksa di Praya awal Agustus lalu.

a�?Saat saya diperiksa sebagai saksi, saya diperlihatkan kuwitansi upah saya bekerja membangun gerbang kantor desa sebesar Rp 2,7 juta,a�? ujar pekerja bangunan yang namanya enggan dikorankan pada Lombok Post, kemarin (8/9).

Faktanya, upah yang diterimanya sebesar Rp 700 ribu. Yang diserahkan melalui dua tahap, pertama Rp 300 ribu dan terakhir Rp 400 ribu.

a�?Di hadapan jaksa, saya mengaku tidak pernah menerima kuwitansi, apalagi menandatanganinya. Sampai saya mencocokkan tanda tangan saya di KTP dan SIM, dengan kuwitansi itu. Hasilnya, ada perbedaan,a�? ujarnya.

Terkait hal ini jaksa mengaku terus berupaya menuntaskan kasus tersebut. Menurutnya kejaksaan kini tengah mengumpulkan tambahan alat bukti untuk memperkuat dugaan korupsi di Bunkate itu. Bukti tersebut akan menentukan apakah kasus ini layak dilanjutkan ke tahap penyidikan atau tidak.

a�?Yang jelas, kami sudah memeriksa saksi, baik itu tukang, pemilik toko dan apartur desanya. Minggu ini kita ekspose internal,a�? sambung Kasi Intel Kejari Praya Andrie Dwi Subianto, terpisah. (dss/r3)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost