Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

Semester I, Laba Jamkrida Rp 643 Juta

Direktur Utama PT Jamkrida NTB Bersaing (JNB) Indra Manthica
Direktur Utama PT Jamkrida NTB Bersaing (JNB) Indra Manthica

MATARAMA�– PT Jamkrida NTB Bersaing (JNB) optimis mencapai target laba sebesar Rp 1 miliar pada tahun ini. Data terakhir pada bulan Juli 2015, laba yang dibukukan pada semester I/2015 mencapai Rp 643 juta. Nilai ini lebih besar bila dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 100 juta.

a�?Progressnya menuju arah positif. Karena pengajuan klaim dari nasabah sangat kecil dibanding tahun lalu,a�? terang Direktur Utama PT Jamkrida NTB Bersaing (JNB) Indra Manthica kemarin.

Menurut Indra, realisasi target akan bisa tercapai dengan catatan klaim pembayaran penjaminan kredit berkurang. Jika kondisi semester II sama seperti semester I, maka peluang untuk bisa menyetor dividen sesuai target yang diberikan oleh Pemprov NTB bisa terpenuhi.

Indra menjelaskan, penurunan pengajuan klaim lantaran jumlah pembiayaan produktif jauh lebih kecil dibandingkan pembiayaan konsumtif. Akhir bulan Juli 2015, jumlah pembiayaan produktif sebesar Rp 20,85 miliar, sementara jumlah pembiayaan konsumtif sebesar Rp 169,45 miliar.

a�?Karena sebagian besar pengajuan klaim konsumtif ini adalah pegawai negeri sipil (PNS),a�? ujarnya.

Diakuinya, saat ini nasabah yang mengajukan klaim ke JNB adalah nasabah dari PT Bank NTB. Namun, karena pihaknya menginginkan jumlah pembiayaan produktif lebih besar, serta mencapai target deviden sebesar Rp 1 miliar, maka JNB melakukan perluasan pasar. Salah satunya, pengajuan kerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali.

a�?Surat permohonan kerja sama sudah dikirimkan, sudah dapat balasan dari pihak BPD Bali dengan meminta draf-nya, kami sudah kirimkan juga. Tapi hingga saat ini belum ada jawaban,a�? ungkap Indra.

Ia menilai, BPD Bali sangat berpotensi besar dijadikan mitra. Selain kedekatan emosional dengan Jamkrida Bali, sebagian besar penyaluran kredit produktif yang dilakukan BPD Bali ditujukan kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sementara kredit konsumtifnya lebih kepada perumahan.

a�?Tidak hanya BPD Bali saja, Jamkrida sudah ajukan proposal ke 20 bank umum di kota Mataram. Namun, pengajuannya harus ke pusat. Kalau bisa ditembus, pasti Jamkrida siap mengcover UMKM yang membutuhkan penjaminan kredit selama ini,a�? paparnya.

Kemudian, rencana kerja sama juga akan dilakukan bersama lembaga pengelola dana bergulir (LPDB). Dikatakan, sejauh ini masih masih menunggu kesepakatan kedua pihak. Bila kerja sama terjalin, dipastikan akan lebih banyak lagi UMKM yang bisa dijamin JNB.

Namun, JNB pun harus tetap berhati-hati, karena dana yang disalurkan tidak menggunakan agunan. Sehingga diperlukan pembinaan lebih lanjut oleh Dinas Koperasi dan UMKM NTB. a�?Begitu juga dengan UMKM harus terus dibina agar fisible dan bankable,a�? pungkasnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa NTB Menuntut Ilmu di Eropa (1)

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Mohan Bikin Kejutan di Mataram Jazz & World Music Festival 2018

Redaksi LombokPost

Setengah Hati Urusi Bisnis “Nakal”

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Gempa Lagi, Panik Lagi

Redaksi Lombok Post