Lombok Post
Politika

Wartia��ah : Tiga Raperda Inisiatif Penuh Pesan Moral

DPRD
SUPER SIBUK : Ketua Komisi V DPRD NTB Dra Hj Warti’ah (jilbab hitam paling kanan) tampak sibuk menyiapkan sejumlah kegiatan di kediamannya kemarin. Warti’ah merupakan salah satu pimpinan komisi yang menginisiasi munculnya tiga raperda di DPRD NTB

MATARAM – Komisi V DPRD NTB Bidang Kesejahteraan dan Pemberdayaan Perempuan merupakan satu-satunya komisi yang memprakarsai tiga rancangan peraturan daerah (raperda) tahun 2015. Tiga raperda tersebut yakni tentang penyelenggaraan perlindungan perempuan dan anak, raperda tentang perlindungan dan pembinaan tenaga kerja Indonesia, dan raperda tentang penyelenggaraan dan pengelolaan zakat, infaq, dan sadaqah.

Ketua Komisi V DPRD NTB Hj Wartia��ah optimistis ketiga raperda tersebut akan disahkan menjadi perda. Dikonfirmasi Lombok Post terkait tiga raperda tersebut, dia mengatakan ada pesan moral di balik tiga raperda tersebut. Menurut dia, sejumlah persoalan yang menyangkut ketiga raperda tersebut sangat penting untuk masyarakat NTB.

a�?Di tiga raperda yang diinsiasi Komisi V DPRD itu penuh muatan pesan moral. Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas terutama yang sesuai dengan bidang kami yakni kesejahteraan dan perlindungan perempuan,a�? kata politikus PPP tersebut kepada Lombok Post kemarin (9/9).

Dikatakan, banyak faktor yang menyebabkan Komisi V DPRD NTB menginisiasi lahirnya tiga raperda tersebut. Sebagai tokoh perempuan, pentingnya perda tentang perlindungan perempuan dan anak salah satunya didasari banyaknya kasus yang dihadapi perempuan dan anak.

a�?Banyak persoalan perempuan dan anak di NTB yang patut mendapat perlindungan sehingga diperlukan peraturan daerah,a�? ujarnya.

Sedangkan menyangkut perda perlindungan dan pembinaan tenaga kerja Indonesia dinilai erat kaitannya dengan keberadaan TKI asal NTB di luar negeri. TKI sebagai penghasil devisa bagi NTB sangat perlu diperhatikan. Terlebih menurut Wartia��ah banyak kasus yang menimpa TKI dan TKW asal NTB hingga ancaman hukuman mati.

a�?Siapa yang akan peduli dengan nasib mereka kalau bukan kita. Ini momentum untuk memperjuangkan hak-hak para pejuang devisa asal NTB,a�?papar Wartia��ah.

Sementara itu menyangkut raperda penyelenggaraan dan pengelolaan zakat, infaq, dan sadaqah penting mendapat perhatian. Menurut pendiri Pondok Pesantren Nurul Iman NU Sekarbela itu, NTB yang dikenal sebagai daerah seribu masjid sangat berkepentingan mengelola zakat, infaq, dan sadaqah dengan sebaik-baiknya.

Menurut dia, pengelolaan zakat, infaq, dan sadaqah ini perlu melibatkan orang-orang yang sangat kompeten dan profesional. Dengan begitu, baik zakat, infaq, dan sadaqah ini berkonstribusi menyejahterakan masyarakat.

Meski brehasil menginisiasi keberadaan tiga raperda tersebut, namun Wartia��ah sebagai Ketua Komisi V mengaku sadar perlunya penyempurnaan dalam raperda tersebut. Melihan antusisme masyarakat terutama legislator dari semua fraksi di DPRD NTB terhadap tiga raperda inisiatif itu membuatnya optimistis raperda itu dapat diterima.

a�?Ini baru yang pertamakalinya, maka itu saya sadar banyak yang perlu disempurnakan dalam tiga raperda tersebut. Tapi yang pasti seluruh anggota komisi V DPRD NTB punya niatan yang tulus untuk memajukan NTB dalam segala bidang terutama terkait tenaga kerja, perempuan, dan anak,a�? tegas dia. (tan/r4)

Berita Lainnya

Janji Korban Gempa Harus Dituntaskan

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost

Sembilan Sekolah Lolos Babak Penyisihan Lomba Cerdas Cermat

Redaksi LombokPost

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post

Tiga Caleg DPRD NTB Dinyatakan TMS

Redaksi LombokPost