Lombok Post
Tanjung

Gelar Pertunjukkan Wayang, Libatkan Penonton untuk Berdialog

TAMPIL: Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar saat terlibat dalam pentas wayang interaktif yang digelar di Gondang, Jumat (29/4).

Masih lemahnya sistem peradilan di Indonesia menjadi sorotan Komisi Yudisial. Untuk itu banyak cara yang dilakukan Komisi Yudisial dalam mengampanyekan peradilan bersih. Salah satunya melalui pertunjukan wayang.

***

Gedung Serbaguna Gondang, Jumat malam (30/4) dipadati masyarakat Lombok Utara. Mereka berduyun-duyun datang untuk menyaksikan pertunjukkan wayang yang berbeda dari biasanya. Biasanya pertunjukan wayang hanya dalang yang menjadi fokus penonton karena memainkan banyak peran pewayangan. Namun dalam pertunjukkan wayang yang digelar Komisi Yudisial ini penonton juga diajak aktif dengan cara berdialog dengan tokoh wayang yang digerakkan dalang.

Tokoh-tokoh punakawan wayang sasak Amaq Baok, Amaq Ocong, Amaq Keseq dan Inaq Itet tidak hanya berdialog sesama mereka. Kali ini Tokoh-tokoh kocak wayang Sasak itu mengajak penonton untuk terlibat langsung, berinteraksi dengan mereka.

Cerita yang diusung dalam pentas wayang interaktif tersebut adalah Beriuk Jagaq Peradilan Bersih. Dalang yang turun tangan memainkan pentas tersebut adalah dalang muda, Bayu Putra bersama siswa dari Sekolah Pedalangan Wayang Sasak. Kisah yang diangkat menceritakan kegelisahan masyarakat terhadap dunia peradilan yang dinilai tidak adil khususnya bagi rakyat kecil.

Misalnya saja, pencuri motor dan pencuri kambing dalam lakon yang dimainkan divonis 20 sampai 25 tahun penjara, sementara seorang tokoh yang korupsi uang ratusan miliar hanya dihukum enam bulan penjara saja. a�?Saya bingung dengan peradilan sekarang ini, di mana letak keadilannya,a�? kata Amaq Kesek.

Di tengah perdebatan dan rasa bingung inilah, Amaq Baok mengundang tokoh-tokoh yang ada di deretan penonton untuk memberi penjelasan sehingga lakon malam itu manjadi wayang interaktif karena melibatkan langsung penonton.

Kasubbag Administasi Penghubung Komisi Yudisial (KY) RI Elza Faiz, yang tampil untuk pertama kali memaparkan posisiA� KY dalam upaya menciptakan peradilan bersih. Menurut Elza, terciptanya peradilan bersih adalah salah satu hutang dari reformasi yang sampai hari ini masih sulit untuk diwujudkan. Untuk itulah KY hadir bersama-sama publik untuk menciptakan peradilan bersih untuk semua pencari keadilan. a�?Upaya apapun harus kita lakukan bersama untuk terwujudnya peradilan bersih, termasuk upaya kreatif malam ini, mengkampanyekan peradilan bersih melalui medium budaya, pentas wayang sasak,a�? ujarnya.

Selain Elza, Ketua AJI Mataram,A� Fitri Rachmawati juga diminta untuk menyampaikan peranan pers dalam upaya mewujudkan peradilan bersih di NTB. Sementara itu, Hotibul Umam, Akademisi Universitas Mataram tampil membahasakan beberapa pandangan akademis tentang peradilan bersih dengan bahasa yang sangat sederhana.

Pegiat Ideaksi Abdul Latif Apriaman hadir membacakan puisi a�?O Inaq Jao Amaq, Mbe Taok Keadilan?a�?

Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar yang hadir dalam pertunjukkan tersebut juga menyampaikan kegembiraannya menyaksikan pentas Wayang Sasak Interaktif, yang selama ini belum pernah dia saksikan. a�?Inilah pementasan wayang Sasak terbaik yang pernah saya tonton,a�? kata Najmul.

Lebih lanjut Najmul mengatakan, kesiapannya bersama jajaran pemkab dan masyarakat Lombok Utara untuk bersama-sama mendukung terwujudnya peradilan bersih.A� a�?Kita tidak sendiri dalam upaya mencari keadilan. Kehadiran KY semakin memperkuat keyakinan kita bahwa peradilan bersih itu masih bisa kita wujudkan bersama,a�? tandasnya. (PUJO NUGROHO/r9)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost