Lombok Post
Giri Menang Headline

Jangan Cuma Senggigi, Sekotong Kapan?

SURGA TERSEMBUNYI: Teluk Mekaki yang terletak di Desa Pelangan, Kecamatan Sekotong, belum digarap dengan maksimal. Tampak wisatawan asing menghabiskan waktu di bibir Pantai Teluk Mekaki, beberapa waktu lalu.

Potensi Pariwisata Sekotong mulai dikenal. Namun sayang, Pemkab Lombok Barat (Lobar) belum serius mengembangkan pariwisata di Sekotong. Hingga kini, Sekotong seolah masih jadi anak tiri.

***

Bagi wisatawan yang baru berkunjung ke Kabupaten Lobar, destinasi yang pertama dituju adalah Senggigi. Meski banyak objek wisata lainnya, namun belum mampu mengalahkan pamor Senggigi, yang telah menjadi ikon Lobar, bahkan NTB.

Hanya saja, lama kelamaan, Senggigi mulai jenuh. Di tengah kondisi Senggigi yang seperti itu, muncul alternatif lain, yakni Kecamatan Sekotong. Daerah ini menawarkan keindahan alam yang bisa menjadi masa depan pariwisata di Lobar.

Sekotong memang terlihat istimewa. Luas wilayahnya saja terbesar di antara seluruh kecamatan di Lobar, mencapai lebih dari 300 kilometer persegi.

Kontur Sekotong yang berbukit-bukit, menambah elok daratan Sekotong. A�Belum lagi laut di wilayah selatan Lobar ini dikepung puluhan gili dengan pantai dan pasir putihnya yang memanjakan mata.

Destinasi di Sekotong memang sudah siap untuk memanjakan wisatawan yang datang. Membuat mereka berlama-lama menghabiskan waktu di Sekotong.

Namun, keindahan alam itu tidak disambut dengan kesiapan Pemkab Lobar dalam mengembangkan pariwisata Sekotong. Tiga hal yang selalu diutarakan pemkab terkait kendala pengembangan pariwisata di Sekotong, yakni listrik, air, dan jalan.

DPRD Lobar pun telah berulang kali menyuarakan agar pemkab lebih serius mengembangkan pariwisata di Sekotong. Anggota DPRD Lobar Andi Irawan bahkan memiliki pertanyaan besar terkait keadilan dalam pengembangan kawasan wisata.

Bagaimana tidak, pemkab lebih serius mengembangkan kawasan wisata Senggigi. Namun di satu sisi, Sekotong yang menyimpan potensi lebih besar seolah-olah kurang diperhatikan.

a�?Lihat saja di Bangko-bangko,tidak ada perhatian. Infrastruktur di sana minim sekali,a�? katanya.

Padahal, hampir setiap hari, wisatawan asing datang ke wilayah Pemalikan Bangko-Bangko untuk surfing. Bahkan, jumlah wisatawan asing yang datang tidak sedikit. a�?Itu kan bisa dijadikan aset untuk mendongkrak PAD. Itu harus segera dipikirkan pemerintah,a�? harapnya.

Anggota dewan lainnya, Indra Jaya Usman bahkan mendesak pemkab untuk merealisasikan investasi di Sekotong. Pasalnya, bukan saatnya untuk memperpanjang pembahasan potensi Sekotong lagi.

“Potensi (Sekotong, Red) sudah tidak perlu dibahas lagi, karena itu sudah jelas. Sekarang, saatnya pemkab untuk serius menarik investor di Sekotong dan Lobar secara umum,” kata anggota DPRD Lombok Barat Indra Jaya Usman.

Menurut Indra, investor yang masuk ke wilayah Sekotong, tak perlu khawatir akan adanya masalah keamanan. Masyarakat Sekotong, cukup dewasa dalam memilah mana yang baik dan buruk. Jika memang investasi yang masuk bisa menaikkan ekonomi masyarakat, tentu akan didukung penuh.

“Kalau itu (masalah keamanan) tidak perlu ditakutkan,” ujarnya.

“Masyarakat pasti mendukung jika mendapatkan manfaat yang baik bagi mereka, seperti terbukanya lapangan pekerjaan dan kemajuan bagi daerah,” sambung Usman.

Sejauh ini, lanjutnya, investor saling menunggu. Melihat iklim investasi di Sekotong dan Lombok Barat secara umum. Jika mendukung, tentu mereka (investor) tak akan ragu menanamkan uangnya di Sekotong.

“Kalau satu saja yang memulai, bisa dipastikan yang lain akan mengikuti,” tandasnya.

Salah seorang pelaku wisata asal Sekotong I Made Suarma mengatakan, pemerintah tidak seharusnya menunggu masuknya investor untuk penataan dan pengembangan daerah selatan Lobar. “Kalau seperti itu, muncul kesan saling tunggu antara pemerintah dan investor. Seharusnya kebutuhan semacam air dan listrik dipersiapkan lebih awal oleh pemerintah,” katanya.
Menurut dia, kawasan Sekotong merupakan daerah terbaik yang ada di Lobar bahkan di NTB. Dengan pantai berpasir putih, kawasan Sekotong juga didukung dengan banyaknya pulau pulau kecil atau yang sering disebut gili.

“Ada 23 Gili dikawasan itu, kalau itu bisa dikelola dengan baik, maka Sekotong akan menjadi primadona di NTB ini,” tambahnya.

Tak hanya itu, dari awal, kata dia, Sekotong sudah menjadi incaran para investor. Namun karena minimnya fasilitas penunjang yang ada, banyak investor yang justru kabur. “Itu harus segera disikapi. Kami para pelaku pariwisata mendukung langkah yang diambil pemerintah,” sarannya.

Sementara itu, Ketua PHRI NTB I Gustri Lanang Patra menyatakan satu hal yang harus lebih dahulu diperhatikan pemkab adalah menjamin keamanan di wilayah Sekotong. Sebabnya, bagaimana pun keindahan alam di suatu wilayah, tetapi tidak ditunjang dengan keamanan, tentu akan sulit dalam mengembangkan pariwisata.

a�?Keamanan itu yang utama, baik kepada investor dan tamu-tamu yang datang. Setelah itu terjamin, hal lain akan lebih mudah dikerjakan,a�? tandasnya.(dit)

Berita Lainnya

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost