Lombok Post
Headline Praya

Ngutang Kok Bangga?

Pusat Investasi Pemerintah
REHAB TOTAL: Inilah hasil rehab total Pasar Sengkol, Pujut Lombok Tengah (Loteng) oleh Pemkab, (2/5) kemarin.

PRAYA-Berhutang di Pusat Investasi Pemerintah (PIP), ternyata menjadi kebanggaan tersendiri, bagi Pemkab Lombok Tengah (Loteng). Mereka menganggap, tidak mudah mendapatkan pinjaman ke perusahaan milik negara tersebut.

a�?Di kabupaten/kota lain di NTB saja, ada yang ditolak. Karena, tidak memenuhi syarat. Salah satunya, Lombok Barat (Lobar),a�? kata Asisten III Setda Loteng Nursiah, kemarin.

Dokumen yang diajukan, kata Nursiah diverifikasi sedemikan rupa. Khususnya lagi, rasio anggaran yang tersedia di APBD. Predikat wajar tanpa pengecualian (WTP), yang diberikan BPK RI ke Lotengdianggap menjadi salah satu pendorong bagi PIP memberi pinjaman.

a�?Jadi, tidak gampang,a�? katanya.

Menurutnya, jika Pemkab memaksakan diri menyelesaikan pembangunan infrastruktur jalan kabupaten, sepanjang 258,8 kilometer (km) saja, maka membutuhkan waktu lima atau enam tahun kedepan, baru bisa rampung. Belum berbicara pemeliharaan dan sebagainya.

Termasuk, kata Nursiah pembenahan bangunan dan layanan kesehatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Praya serta pasar tradisional.

a�?Kita ingin, rumah sakit yang kita miliki itu naik tipe, paling tidak tipe B. Syukurnya lagi, tipe. Namun, konsekuensinya adalah, pembenahan fisik,a�? ujarnya.

Dia menekankan, pinjaman ke PIP itu bukan untuk renovasi atau perbaikan. Melainkan, pembangunan dari nol.

a�?Alhamdulillah, memang kita ditawar kembali, untuk mengajukan pinjaman. Nilainya sebesar Rp 500 miliar,a�? sambung Bupati HM Suhaili FT.

Dana itu, kata Suhaili akan digunakan untuk melaksanakan program pembangunan fisik, yang sifatnya investasi jangka panjang. Bukan yang lain seperti, untuk membangun kantor bupati, dinas atau instansi terkait. a�?Sembari menunggu pinjaman PIP, kami di Komisi III sudah menggelontorkan dana sebesar Rp 1,5 miliar untuk renovasi pasar,a�? kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Loteng M Tauhid, terpisah.

Anggaran itu, terang politisi Gerindra tersebut dikelola langsung oleh Dinas Koperasi, Perindusterian dan Perdagangan. Pasar yang direnovasi meliputi, pasar Jelojok Kopang, Pasar Sengkol Pujut dan Pasar Renteng Praya. a�?Termasuk, kita gelontorkan pula dana untuk penataan terminal Renteng,a�? bebernya.

Terhadap beberapa item pembangunan itu, pihaknya berharap agar dana pinjaman PIP, digunakan untuk kebutuhan yang belum tersentuh. Salah satunya adalah, RSUD Praya. a�?Satu tujuan dari itu semua yaitu, kesejahteraan masyarakat. Itu saja,a�? tambahnya. (dss/r3)

Berita Lainnya

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost

Banyak PNS Cerai Gara-gara Selingkuh

Redaksi LombokPost

Islam Itu Rahmatan lil Alamin

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post