Lombok Post
Headline Pendidikan

Peringatan Hardiknas NTB Diwarnai Demo

DEMO: Para mahasiswa unjuk rasa di Kantor Dikpora NTB usai peringatan Hardiknas, kemarin (2/5).

MATARAMA�a�� Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) NTBA� diwarnai dengan demonstrasi. Mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Aliansi BEM se-Kota Mataram demosntrasi di depan Kantor Dikpora NTB usai upacara dalam rangka memperingati Hardiknas, kemarin (2/5).

Demontrasi mahasiswa dijaga pihak kepolisian. Mendengar teriakan mahasiswa di Jalan Pendidikan tepatnya di Depan Kantor Dikpora NTB, Kadis Dikpora NTB H Rosiady Sayuti menghampiri para pendemo dan mendengarkan aspirasinya.

Kordinator Aliansi BEM se-Kota Mataram M Romo Saefudin menuntut agar menolak diskriminasi pendidikan, menolak segala bentuk usaha komersialisasi untuk setiap level pendidikanA� dari SD hingga SMA sederajat. Selain itu, ia mendesak pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru honor dengan membuatkan Perda.

Bukan hanya itu, Romi juga menunut untuk menolak terjadi diskriminasi penempatan guru antar kota dengan pelosok, menolak adanya diskriminasi fasilitas sekolah pelosok dan jantung kota. a�?Kami juga ingin pengelolaan dana BOS dilakukan tranparan,a�? sebutnya. Bahkan lanjutnya, ia meminta anggaran pendidikan melalui APBD ditambah.

Kepala Dikpora NTB H Rosiady Sayuti menyikapi para demonstrasi dengan kepala dingin. Meski nada yang dilontarkan para demonstrasi cukup keras, Rosiady menyikapinya santai. Ia menyatakan, tidak ada diskriminasi pendidikan di NTB. Selama ini ia memperjuangkan hak-hak siswa untuk bisa melanjutkan sekolah. Bahkan, ia menyediakan program S2 bagi lulusan sarjana.

Banyaknya anak yang tidak bisa melanjutkan ini menandakan program Dikpora NTB tidak berjalan. Untuk itu, ia ingin anak di NTB bisa mengenyam pendidikan. a�?Paling tidak mereka bisa lulus SMA sederajat,a�? sebutnya.

Rosiady mengungkapkan, angka partisipasi sekolah 2014/2015 berada diurutan ke sembilan se Indonesia. Artinya, program Adono (angka dropout nol) berhasil menurunkan angka dropout. a�?Di SD hanya tinggal 0,02 persen,a�? katanya.

Ia berharap tahun ini bisa menolkan angka partisipasi sekolah dengan melaunching BOSDA. Dikpora NTB akan menggelontorkan BOSDA sebesar Rp 40 miliar bagi sekolah/madrasah swasta. a�?Angka putus sekolah biasanya ada di sekolah swasta,a�? ujarnya.(jay/*)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost