Lombok Post
Headline Praya

Aset Loteng Menyusut Drastis

Aset Loteng
SUDAH UZUR: Kabag Aset Setda Lombok Tengah (Loteng) H Muhammad, saat menunjukkan salah satu aset mobil dinas yang sudah termakan usia, (3/5) kemarin.

PRAYAA�– Nilai aset Pemkab Lombok Tengah (Loteng), bergerak maupun tidak bergerak tahun ini, mengalami penyusutan cukup drastis. Semula Rp 2,466 triliun lebih, kini berkurang menjadi Rp 1,7 triliun lebih. Faktornya adalah, aset yang dimaksud sudah uzur alias termakan usia, akibatnya nilai jualnya pun turun.

a�?Lebih detailnya, kita menunggu hasil audit BPK. Mereka masih bekerja melakukan pendataan aset,a�? kata Kabag Aset Setda Loteng H Muhammad, (3/5) kemarin.

Penyusutan aset, terang Muhammad bukan karena permasalahan sengketa aset lahan atau bangunan. Melainkan, murni penurunan harga aset bergerak, seperti motor dan mobil dinas, yang digunakan para pegawai.

Total aset bergerak itu pun, katanya mencapai dua ribu unit. Bagian aset sendiri telah melaksanakan opname, atau pemeriksaan mendalam A�hingga dilakukan validitas aset.

Langkah itu dilakukan, kata Muhammad sebagai perwujudan pelaksanaan standar oprasional prosedur, sistem pengendalian internal pemerintahA� dan sistem pengawasan maksimal.

A�a�?Dalam Perbup, aset bergerak itu baru bisa dilelang, setelah di atas 10 tahun,a�? katanya.

Kondisi seperti itulah, menurutnya yang membuat sejumlah aset mengalami penurunan nilai. Salah satu contoh, mobil dinas Isuzu Turbo nomor polisi DR 9030 V, yang dibeli pada tahun 2003 lalu. Kini umur pikup itu sudah 13 tahun berjalan.

a�?Karena kondisinya masih layak pakai dan belum ada penggantinya. Maka terpaksa, kita pertahankan,a�? kata Muhammad sembari menunjukkan randis yang dimaksud di parkiran kantor bupati.

Dari total jumlah aset bergerak itu, tambah Muhammad 20 persen diantaranya berumur di atas 10 tahun. Pemkab pun, sampai sekarang belum mengeluarkan kebijakan penghapusan aset. Kecuali, randis yang dipegang Bupati HM Suhaili FT, Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri, Sekda HL Supardan, para asisten dan sejumlah kepala dinas terkait.

a�?Sekali lagi, selama tidak ada pengganti dari aset bersangkutan, maka terpaksa dipakai dulu lah. Kalau ada kerusakan, diperbaiki, ganti oli, ganti mesin dan sebagainya,a�? ujarnya.(dss/r3)

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost