Lombok Post
Metropolis

Sembilan Tempat Hiburan Siap Dibongkar

TERTIBKAN: Pol PP NTB bersama tim gabungan saat merazia tempat hiburan di wilayah Batu Guring, perbatasan Sumbawa dan KSB, Sabtu malam (30/5).

MATARAMA�- Sembilan tempat hiburan di wilayah Batu Guring, perbatasan Kabupaen Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan dibongkar. Tempat hiburan itu dipastikan tak memiliki izin dan disinyalir menjadi lokasi maksiat. a�?Kita akan segera surati sembilan tempat hiburan itu. Kita layangkan teguran dan akan dibongkar,a�? tegas Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat Umum (Trantibunmas) Sat Pol PP NTB Tri Joko Hartono kepada Lombok Post saat diwawancara di ruang kerjanya, kemarin (3/5).

Sebelumnya, Pol PP NTB bersama tim gabungan terlebih dahulu menggrebek sembilan tempat hiburan tersebut pada Sabtu (30/5). Tim gabungan terdiri dari Pol PP KSB dan Sumbawa, Kesbangpoldagri, Dinas Kehutanan (Dishut), BNN, dan aparat kepolisian.

Sayangnya, operasi itu diduga terlanjur bocor. Tim gabungan menemukan lokasi hiburan itu kosong. Sebagaian besar sarana seperti sound system juga sudah diangkut pemiliknya. a�?Saat digrebek, memang tidak ada aktivitas apa-apa di sana. Semuanya kosong,a�? katanya.

Padahal, pada pengintaian di malam-malam sebelumnya, sembilan tempat hiburan itu terpantau ramai. Lokasi itu disebut menyediakan pekerja seks komersial (PSK) bagi tamu. Bahkan, tak sedikit diantaranya yang dipekerjakan masih di bawah umur. PSK itu tidak hanya berasal dari warga lokal tetapi juga ada dari luar daerah maupun provinsi lain.

Berdasarkan laporan warga sekitar, tempat itu juga sering menjadi tempat penggunaan narkoba, pesta miras. a�?Giat ini kan berawal dari informasi warga. Menurut warga, di sana juga sering narkoba dan miras makanya sering terjadi keributan di sana bahan pernah saling bunuh,a�? ungkap Tri.

Meski pada operasi lalu tak ditemukan aktivitas apapun di sembilan lokasi hiburan itu, Pol PP beserta tim gabungan tetap mengambil langkah tegas. Semua bangunan hiburan itu telah disegel alias ditutup paksa.

Selain menjadi pusat maksiat, bangunan hiburan itu juga disebut tak berizin. Bangunannya masih masuk dalam kawasan hutan. a�?Jadi, jelas bangunannya juga harus dibongkar,a�? jelas Tri.

Pol PP NTB berencana mengirimkan teguran tertulis kepada pengelola tempat hiburan itu. Mereka hanya diberikan tenggat waktu seminggu untuk membongkar sendiri bangunannya. Jika tidak, tim pun akan kembali turun untuk membongkar paksa bangunan yang ada. a�?Kalau tidak ada niat baik untuk bongkar sendiri, kita yang akan bongkar paksa sembilan kafe itu,a�? tegas Tri.

Dijelaskan, pada kasus ini, Pol PP NTB sendiri mengambil peran sebagai fasilitator. Pasalnya, sembilan kafe tadi berada di perbatasan KSB dan Sumbawa yang masih distatus quokan. Pasalnya,A� belum ada keputusan yang menyebutkan apakah sembilan kafe itu di wilayah KSB atau Sumbawa. a�?Itu kan di daerah yang status quo karena rebutan batas wilayah. Makanya, peran kita dari provinsi untuk ikut turun memfasilitasi penertiban kafe bodong di sana,a�? pungkas Tri. (uki/r9/*)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post