Metropolis

Ahyar Tidak Punya Usaha

MATARAMA�- Tim sensus ekonomi, Rabu (4/5) lalu, menyambangi Rumah Dinas Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. Di dampingi Kepala BPS Kota Mataram, Lalu Putradi, tim mendatangi orang nomor satu di Kota Mataram ini guna mendata usaha apa saja yang dimiliki Ahyar dan Keluarga.

a�?Tidak ada, kami tidak punya ruko, tidak punya hotel, tidak ada usaha,a�? jawab Ahyar ramah pada petugas sensus.

Jawaban serupa juga disampaikan, Istri Wali Kota Mataram, H Suryani yang ikut menjamu kedatangan tim. Bahkan, Suryani sempat terlihat bingung saat, tim coba menelisik lebih jauh, apakah dia mengelola bisnis berbasis online,

a�?Jual produk-produk perhiasan atau produk kecantikan lewat, media sosial atau website bu?,a�? tanya salah satu petugas sensus wanita, santun.

a�?Oh, tidak ada,a�? jawab Suryani, ramah.

Karena tidak ada usaha, para petugas mengakihiri wawancara dengan cepat. Sebelumnya, mereka meminta izin terlebih dahulu untuk memasang stiker di depan pintu rumah dinas, sebagai bukti pemilik rumah tersebut, telah di data aktifitas ekonominya.

Dalam keterangannya, Putradi mengatakan, sensus ekonomi ini dinilai sangat penting untuk mendata kekuatan ekonomi nasional. Hasil sensus akan membantu pemerintah pusat mengambil arah kebijakan tepat, untuk lebih meningkatkan lagi pertumbuhan ekonomi nasional. Sensus ekonomi ini, menyasar semua jenis usaha dari konvensional-modern, manual-online hingga ekonomi kecil sekelas PKL hingga jumbo sekelas perusahaan.

a�?Kecuali pertanian, tidak di data, jadi selain itu di data semua, dari penjual gerobak dorong itu (PKL), hingga yang punya perusahaan,a�?A� ulasnya.

Data selanjutnya akan diolah secara detail untuk mengukur kekuatan ril ekonomi nasional dan dibuatkan grafis statistik, sehingga kebijakan pembangunan dapat diukur dan dievaluasi hasilnya.

a�?Tim kita bagi tiga blok, satu blok bekerja mencacah 80 sampai 120 rumah tangga, kita punya petugas 860 orang, semua telah mulai bekerja,a�? imbuhnya.

Sementara itu, untuk menghindari penyampaian data fiktif (baca : bohong) dari responden, Putradi mengatakan telah mengantisipasinya. Nanti, akan ada tim khusus yang diterjunkan memperdalam informasi.

a�?Kita sudah bekali tim bagaimana menghadapi responden yang sulit, nanti kita backup juga dengan tim khusus untuk bantu petugas korek informasi,a�? tandasnya.

Ia berharap, semua responden bisa kooperatif, memberikan informasi yang sebenar-benarnya. Sebab jika terbukti bohong, responden bisa dipidanakan oleh BPS sesuai yang diatur dalam Undang-Undang, karena memberikan keterangan yang tidak benar. (cr-zad/r4)

Related posts

30 Persen Koperasi Terancam Dibekukan

Iklan Lombok Post

Pemkot Mataram Klaim Dapat WTP dari BPK Secara Terhormat

Redaksi Lombok Post

Putra Pak Ahyar Alami Gizi Buruk

Redaksi Lombok post

Leave a Comment