Lombok Post
Praya

Minuman Kemasan Berbahaya Beredar

POTRET PEMBONGKARAN
POTRET PEMBONGKARAN: Inilah potret pembongkaran salah satu industri rumahan minuman kemasan, yang pernah dilakukan Dikes dan Kodim 1620/Lombok Tengah tahun 2014 lalu.

PRAYA – DPRD Lombok Tengah (Loteng), meminta agar dinas koperasi, perindusterian dan perdagangan (Diskoperindag) dan Dinas Kesehatan (Dikes) setempat, melakukan pangawasan peredaran minuman kemasan. Pasalnya, merebak informasi ditengah masyarakat, ditemukan beberapa merek minuman yang menggunakan bahan kimia berbahaya.

a�?Mohon dua dinas terkait menindaklanjutinya. Jangan sampai menunggu adanya korban, baru turun,a�? kata Sekretaris Komisi II DPRD Loteng Muhalip pada Lombok Post, kemarin.

Secara kemasan, menurut Muhalip minuman yang beredar bebas di masyarakat, nampak tidak ada kejanggalan. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah dan waktu tertentu dapatA� gangguan kesehatan.

a�?Kami sudah berkoordinasi dengan BPOM, guna melakukan pengawasan dan penindakatan terhadap peredaran makanan dan minuman kemasan,a�? sambung Kepala Dinas Koperindag Loteng H Amir Husen, terpisah.

Beberapa waktu lalu, kata Amir BPOM, Diskoperindag dan Dikes telah mengeluarkan rekomendasi kepada sejumlah pengusaha, untuk menarik kembali makanan dan minuman kemasan, yang diduga berbahaya tersebut. a�?Kalau pun masih ada lagi, maka kami segera bertindak,a�? katanya.

Bagi mereka yang tidak mengindahkan, tambahnya maka izin usaha akan dicabut.A�A�A�A� Jika dikemudian hari masih ditemukan, pihaknya tidak segan-segan membawanya keranah hukum.

a�?Pengawasan tidak saja berlaku pada makanan dan minuman, tapi kosmetik dan obat-obatan juga,a�? kata Kepala Dikes Loteng Nurhandini Eka Dewi.

Salah satu contoh kasus yang menyangkut peredaran minuman kemasan, kata Nurhandini Dikes dan Kodim 1620, pernah membongkar salah satu pabrik rumahan di Lingkungan Kauman Kelurahan Praya pada tahun 2014 lalu. Home industry itu dianggap melanggar ndang-undang Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pangan. Parahnya lagi, tidak mengantongi sertifikasi produksi pangan industri rumah tangga.

a�?Prinsipnya, kami tetap melindungi konsumen. Bagaimana pun caranya. Mohon dukungan dan informasi dari masyarakat,a�? seru Nurhandini. (dss/r3)

Berita Lainnya

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost