Lombok Post
Metropolis

Perubahan Hari Kerja Jadi Gak?

Cukup Wibowo
Kepala Bagian Keorganisasian, Setda Kota Mataram, Cukup Wibowo.

MATARAMA�- Kepala Bagian Keorganisasian, Setda Kota Mataram, Cukup Wibowo rupanya kapok, berjanji lagi. Itu setelah, dua kali menjanjikan perubahan hari kerja dari lima ke enam hari, tak juga kunjung terealisasi.

Pertama, pelaksanaan, enam hari kerja sesuai instruksi wali kota ditargetkan awal April lalu. Kemudian, dengan sejumlah alasan, target dirubah ke pertengahan bulan April, namun nyatanya, hingga memasuki Bulan Mei, tak juga kunjung terwujud.

Padahal, kebijakan perubahan hari kerja yang berlangsung di masa Penjabat Wali Kota Hj Putu Selly Andayani, telah menimbulkan perdebatan sengit. Bahkan kalangan dewan sempat ikut berseteru dengan legislatif.

Cukup, awalnya enggan dikonfirmasi media. Setelah didesak, ia hanya menjelaskan telah berupaya sesuai tugas dan fungsinya. Hanya saja memang ada beberapa hal yang perlu dikaji lagi.

a�?Masih pengkajian,a�? jawab dia singkat.

Namun, Cukup tidak merinci, apa bagian yang harus dikaji dan dievaluasi kembali. Ia mempersilahkan konfirmasi dilakukan ke Kabag Humas Setda Kota Mataram, a�?Soal itu tanyakan ke Humas, bagian organisasi ini dalam proses-proses menelaah, mengkaji lagi, kalau belum diputuskan berarti memang ada yang belum dituntaskan,a�? kelitnya.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, mengungkapkan, kerja Bagian Keorganisasian selama ini baru separuh jalan. Perlu melakukan survei lanjutan, untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat.

a�?Kemarin surveinya baru ASN, survei juga harus dilakukan ke masyarakat apa mereka puas yang lima hari atau enam hari,a�? kata Alwan.

Beberapa instansi yang akan dijadikan objek survei tentunya yang berkenaan langsung dengan pelayanan masyarakat. Seperti, Dispenda, Dukcapil, Dikes dan BPMP2T. Di samping melengkapi acuan-acuan lain. Sama halnya dengan Cukup, Alwan juga enggan menargetkan kapan survei dimaksud bisa tuntas,

a�?Nggak usah pakai target-targetlah,a�? tepisnya.

Namun ia memastikan, bukan berarti tanpa target, rencana ini dibiaskan agar jumlah hari kerja tetap lima hari kerja seperti saat ini. a�?Kita upayakan, tapi saat ini yang terpenting fokus kita pada perayaan Hari Anak Nasional dan MTQ,a�? tandasnya. (cr-zad/r4)

Berita Lainnya

Jabatan Muslim Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post