Lombok Post
Metropolis

Lintasi Jerami Welkom, Ketakutan Sirna

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana bersama rombongan keluarga saat rafting di Lombok Rafting Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Lombok Barat, beberapa waktu lalu.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana rupanya tidak ingin melalui libur panjang begitu saja. Dia mengajak keluarganya untuk terjun ke alam. Menikmati pemandangan dan mencoba sensasi rafting.

Mataram – Mengajak para wartawan, Mohan dan keluarga tiba di Lombok Rafting di Desa Batu Mekar Lingsar sekitar pukul 11.00 wita. Tak mau berlama-lama, rombongan ini nampaknya sudah tidak sabar ingin mencicipi kesegaran air sungai yang mengalir di wilayah tersebut.

Setelah mengganti pakaian dan memakai perlengkapan rafting, rombongan pun harus diantar menggunakan mobil menuju garis start. Maklum, jarak garis start cukup jauh dari lokasi tempat istirahat. Mereka juga harus berjalan kaki menuju sungai mengingat kendaraan tidak bisa masuk ke daerah dekat sungai. Suasana pepohonan, kebun rambutan dan hutan memberikan sensasi pemandangan yang menakjubkan. Anak-anak yang ikut nampak terlihat bersemangat berjalan menuju lokasi sungai garis start.

Setibanya di sungai, beberapa anggota rombongan yang tak bisa menahan diri melihat jernihnya air sungai langsung menceburkan diri. Mereka seolah ingin menghilangkan dahaga akan hausnya menikmati segarnya air sungai yang masih alami dan belum terkontaminasi.

Setelah mendapat arahan dari pemandu rafting, perjalanan pun dimulai. Menaiki perahu karet yang dilengkapi dengan driver, rombongan terbagi menjadi lima perahu. Mohan bersama istrinya Hj Kinastri beserta kedua anaknya dan keponakanya berada dalam satu perahu. Anak-anak berada di tempat duduk depan. Sedangkan Mohan dan istrinya berada di belakang.

Belum satu menit di atas perahu, mereka sudah di sambut dengan jeram welcome. Anak-anak yang semula duduk manis, mulai berteriak melihat perahunya bergoyang-goyang akibat arus dan bebatuan yang membuat perahu karet berkelok-kelok. Bushh..suara perahu yang dihanyutkan oleh arus dan bertabrakan dengan jeram yang cukup memacu adrenalin.

Meski awalnya berteriak ketakutan, anak-anak ini terlihat begitu ceria dan tertawa lepas usai melewati jeram tersebut. Nampaknya mereka merasakan sensasi memacu adrenalin bermain arum jeram. Satu persatu jeram di lewati membuat mereka mulai terbiasa. Meskipun rasa takut akan perahu terbalik, namun driver atau pemandu yang ada di belakang memastikan bahwa perjalanan mereka aman.

Hampir sekitar dua jam perjalanan harus dilalui di atas perahu melewati rintangan, bebatuan dan jeram yang cukup menegangkan. Beberapa kali mereka tersangkut hingga terhalang bebatuan. Namun, semau bisa dilewati.

a�?Saya pikir liburan dengan cara seperti ini memberi manfaat yang sangat banyak bagi anak-anak. Kita bisa mengajarkan mereka lebih dekat dengan alam. Komunikasi dan kedekatan keluarga juga jauh lebih terasa,a�? jelas Hj Kinastri Mohan Roliskana atau yang biasa akrab disapa mbak Kikin.

a�?Saya melihat anak-anak begitu antusias dan bersemangat ketika mereka dekat dengan alam. Dari sini mereka juga akan lebih berani menghadapi tantangan dan rintangan,a�? lanjutnya.

Fenomena yang terjadi saat ini banyak orang tua yang sibuk dengan urusan pekerjaannya. Beberapa di antaranya mungkin berpikir bahwa tanggung jawab orang tua hanya memenuhi kebutuhan materi untuk anak-anaknya.

Padahal, tanggung jawab orang tua tidak hanya sampai di situ. Orang tua dituntut untuk bertanggung jawab memberikan kasih sayang, perhatian dan berkomunikasi secara interaktif dengan putra-putrinya. Sehingga, orang tua bisa menjadi teman, sahabat, dan orang tua dalam artian yang sebenarnya. (HAMDANI WATHONI/r4)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost