Lombok Post
Headline Metropolis

Masih Tunggu Audit Pusat

HARUS DISELESAIKAN: Penyelesaian Unit II PLTU Jeranjang masih dibahas di tingkat pusat. Penyelesaian Unit II ini terkendala masalah anggaran.

A�MATARAM a�� Penyelesaian Unit II PLTU Jeranjang belum juga menunjukkan kejelasan.A� PLN belum bisa melanjutkan proyek itu karena masih menunggu hasil audit kompherensif oleh pemerintah pusat. a�?Belum ada kepastian soal penyelesaian Unit II PLTU Jeranjang karena menunggu audit dulu,a�? kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) NTB M. Husni.

Dalam rapat koordinasi supervisi (rakorsup) energi yang dilakukan bulan lalu, kata Husni, belum ada kesepakatan terkait penyelesaian Unit II tersebut. a�?Saat rakorsup energi itu, semua turun ke Jeranjang. Tetapi memang belum ada bahasan soal penyelesaian Unit II,a�? lanjutnya.

Diketahui, penyelesaian Unit II PLTU Jeranjang hingga kini masih terkendala modal. PT Brata Indonesia selaku kontraktor memang mengakui bahwa pihaknya mengalami keterbatasan kemampuan pendanaan untuk menyelesaikan Unit II. Pasalnya, khusus untuk membiayai PLTU NTB, PT Brata Indonesia mengklaim sudah mengalami kerugian sebesar Rp 95 miliar. Ini disebabkan terjadinya pemindahan lokasi pembangunan PLTU ke Jeranjang, di luar rencana awal. Sehingga, untuk menuntaskan pembangunan Unit II itu, butuh suntikan anggaran dari pusaA� Di satu sisi, terselesaikannya pengerjaan Unit II PLTU Jeranjang sangat dinantikan. Unit II yang berkapasitas 2×25 megawatt itu akan sangat membantu mengatasi masalah listrik di daerah

Berbeda dengan penyelesaian unit II PLTU Jeranjang, kata Husni, pembangunan PLTGU Lombok Peaker di Ampenan mulai menunjukkan titik terang. Pembangunan PLTGU berdaya 150 MW itu dipastikan bisa segera terealisasi segera setelah dilakukan penyesuaian RTRW yang selama ini menjadi sandungan. a�?Pusat sudah beri lampu hijau untuk penyesuaian RTRW itu. Jadi, prinsipnya sudah tidak ada masalah lagi,a�? lanjut Husni.

Namun, realisasi dari PLTGU Lombok Peaker tersebut dipastikan akan molor. Jika sebelumnya, PLTGU itu ditargetkan selesai dan mulai operasi tahun depan. Setelah berbagai penyesuaian yang harus dilakukan, PLTGU Lombok Peaker pun diyakini baru bisa terealisasi di tahun 2018. a�?Kemungkinan baru bisa realisasi 2018. Memang molor dari yang direncanakan di awal,a�? pungkas Husni. (uki/r9)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post