Lombok Post
Praya

DAK Dipangkas, Rehab Sekolah Terhambat

DAK
POTRET SEKOLAH: Inilah potret salah satu sekolah di Lombok Tengah yang masih membutuhkan perhatian pemerintah, belum lama ini.

PRAYA – Pemangkasan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Dikpora Lombok Tengah (Loteng) tahun ini, berdampak pada pembatasan program pembangunan fisik dan peningkatan mutu sekolah. Anggaran yang harusnya diterima Rp 8 miliar, justru berkurang menjadi Rp 6,2 miliar.

a�?Kami tidak bisa berbuat banyak, menyangkut pemangkasan anggaran ini. Karena, itu kebijakan pusat,a�? kata Kepala Dinas Dikpora Loteng HL Idham Khalid, kemarin.

Di Loteng sendiri, terang Idham jumlah SD mencapai 590 dan SMP 134 unit. Kebutuhan fasilitas, sarana dan prasarana pendukungnya masing-masing, diambil dari DAK. Sementara, anggaran yang bersumber dari APBD, hanya bersifat menutupi saja.

Sehingga, menurut Idham dampak pengurangan DAK tahun ini sangat besar. Untuk itulah, pihaknya akan mengeluarkan kebijakan baru, menyangkut skala prioritas sekolah mana saja, yang perlu mendapatkan perhatian fisik dan mutunya.

a�?Kami akan membentuk tim verifikasi,a�? katanya.

Tim itu, kata Idham akan bertugas memilih dan memilah, sekolah mana saja, yang benar-benar membutuhkan anggaran rehab. Jika dibandingkan tahun lalu, lanjut Idham Pemkab tidak perlu melakukan pembatasan program pembangunan fisik dan mutu sekolah. Karena, anggarannya melimpah mencapai Rp 16 miliar. Begitu pula tahun-tahun sebelumnya.

a�?Kami minta seluruh lembaga pendidikan bersabar,a�? serunya.

Dia menambahkan, arah dari program DAK yaitu, 60 persennya untuk kebutuhan fisik sekolah, dalam bentuk rehab atau pembangunan sekolah. Sisanya, 40 persen peningkatan mutu sekolah seperti, penambahan sarana dan prasarana perpustakaan, olahraga, alat praktek siswa, buku dan lain sebagainya.

a�?Tahun ini, ada kemungkinan kita potong alokasi program DAK. Apakah di anggaran fisiknya atau mutunya. Ini yang sedang kami bahas,a�? ujar Idham.

Masing-masing pemotongan, kata Idham memiliki dampak tersendiri. Kendati demikian, dapat ditutupi melalui konsep program secara bergiliran. a�?Dari data yang ada, 99 persen sekolah ditingkat SMP sampai saat ini dalam kondisi baik. Kecuali, di tingkat SD,a�? sambung Kabid Dikdas Dinas Dikpora H Sumum, terpisah.

Untuk itulah, pihaknya tengah melaksanakan pendataan SD mana saja yang perlu mendapatkan perhatian cepat. Karena, jika dibiarkan begitu saja, maka kondisi bangunan sekolah semakin parah. a�?Setiap tahun pasti ada sekolah yang direbah, baik ringan, sedang dan berat,a�? ujarnya.(dss/r3)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost